Alunan Syahdu Penyandang Disabilitas di Surabaya Ngaji Al-Quran Braile

  Selasa, 20 April 2021   Praditya Fauzi Rahman
Alfian, Imam, dan Ipung sedang mengaji Al-Quran Braile di markas Komunitas Mata Hati, Selasa (20/4/2021). (Ayosurabaya.com/Praditya Fauzi Ridwan)

RUNGKUT, AYOSURABAYA.COM -- Penyandang disabilitas tampak begitu antusias mengikuti kegiatan Ngaji Braile (Braile). Begitu membuka Al-Qur'an Braile, mereka langsung meraba satu per satu tulisan arab yang dicetak khusus untuk penyandang tunanetra tersebut.

Pengurus Komunitas Mata Hati (KMH) Surabaya Dian Eka Riani mengatakan, dia bersama sejumlah rekannya mendirikan komunitas untuk disabilitas itu sejak 2013. Saat itu, dia bersama suaminya, Almarhum Gandi Wicaksono.

"Komunitas ini diinisiasi oleh almarhum suami saya, Gandi Wicaksono, bermula dari teman-teman disabilitas yang sering tidur di rumah saya, lalu kita buat komunitas di tahun 2013, yang diawali oleh Ustaz Arif Hadi Umar," kata Ika kepada AyoSurabaya.com di lokasi, Selasa (20/4/2021).

Sebelum pandemi Covid-19, ada puluhan peserta disabilitas yang mengikuti pengajian setiap pekan. Namun, saat ini dibatasi hanya beberapa orang saja dan menyesuaikan dengan lokasi yang ada.

"Setiap seminggu sekali, hari Selasa, teman-teman komunitas mengaji braile dan setiap ngaji itu bisa sampai 50, tergantung tempatnya. Karena kita akan berpindah-pindah dan yang ikut juga berganti-gantian," tuturnya.

Untuk peserta atau anggota dari komunitas berasal dari sejumlah wilayah di Jatim. Mayoritas, berasal dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Apabila ada masyarakat yang hendak bergabung, Ika mengimbau untuk datang langsung ke markas KMH yang berada di Jalan Rungkut Asri 13 nomor 16 Surabaya. KMH juga menerima peserta nondisabilitas.

"Kalau ada yang ingin gabung ya silakan gabung saja dan bisa melihat di youtube kita, jadi siapapun bisa bergabung dan tidak harus disabilitas. Karena kan ada relawannya juga," tuturnya.

Ika menjelaskan, konsep dasar beragam kegiatan KMH memiliki musik. Dengan musik, para peserta dinilai lebih mudah menghayati dan lebih mengerti materi yang disampaikan.

"Yang untuk satu bulan sekali, ada musiknya. Nah, kegiatan hari ini adalah reguler setiap pekan dan selalu diadakan setiap hari Selasa," katanya.

Ketika AyoSurabaya.com berada di lokasi, mereka nampak begitu khidmat dan seksama mengaji Al-Qur'an braile. Selayaknya manusia normal lain, lantunan ayat-ayat kitab suci umat Islam itu begitu merdu dan pelafalan juga benar.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar