Berhubungan Badan Setiap Hari Saat Puasa, Dapat Pahala atau Berdosa?

  Sabtu, 24 April 2021   M. Naufal Hafizh
Ilustrasi hubungan badan setiap hari saat puasa. (Unsplash/Taras Chernus)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM – Apakah berhubungan badan setiap hari saat puasa merupakan tindakan dosa?

Umat Islam yang sudah menikah halal hukumnya untuk berhubungan intim. Hubungan intim bahkan dapat menjadi sarana yang paling efektif menjaga bahtera rumah tangga.

Namun, bagaimana hukumnya jika berhubungan badan saat puasa setiap hari?

Pendiri Rumah Fiqih Indonesia Ustaz Ahmad Sarwat, dikutip Republika, menjelaskan bahwa secara hukum syariah, tidak ada larangan bagi suami untuk melakukan hubungan seksual dengan istri sahnya, kecuali saat haid dan nifas. 

Bahkan, menurut dia, jika istri mengalami istihadhah yang bukan haid dan nifas, hukumnya tetap boleh dilakukan. "Sedangkan bila istri dalam keadaan hamil, yang harus dijaga adalah jangan sampai mengganggu anak dalam kandungan. Hukumnya tetap halal 100 persen," kata Ustaz Sarwat.

Ustaz Sarwat tidak menemukan di dalam Alquran dan sunah adanya larangan untuk melakukan hubungan intim setiap hari, bahkan juga tidak terlarang ketika melakukannya beberapa kali dalam sehari. Secara umum, menurut dia, hukumnya boleh, bahkan sunnah yang mendapatkan pahala.

Terkait pahala suami istri yang berhubungan intim tersebut telah dijelaskan dalam hadits Nabi. Rasulullah SAW bersabda:

AYO BACA : Sulit Tidur Nyenyak? Hubungan Seks Bikin Tidur Lelap, Ini Sebabnya

"Kamu mendapat pahala bila menyetubuhi istrimu." Para shahabat bertanya, "Seseorang menunaikan syahwatnya, lalu dapat pahala?" Nabi SAW menjawab, "Tidakkah kamu tahu bila seseorang melakukannya pada yang haram, bukankah dia dapat dosa? Maka kalau dia melakukannya pada yang halal, dia dapat pahala." (HR Muslim)

Dia menegaskan bahwa Alquran dan sunnah tidak memberikan batas maksimal dan minimal bagi suami istri untuk berhubungan intim, yang penting dilakukan sesuai dengan kebutuhan. 

"Siapa yang butuh, berhak memintanya kepada pasangannya, bahkan meski pasangannya itu sedang tidak butuh. Tetap saja pasangannya wajib melayaninya, baik dalam posisi sebagai suami maupun sebagai istri," katanya.

Sementara itu, Prof Nasaruddin Umar memaparkan hal-hal yang bisa mengakibatkan puasa tidak sah atau merusak pahala saum. Berbagai mazhab fikih, tuturnya, menilai terdapat 11 hal pembatal puasa. Perinciannya sebagai berikut.

1. Makan;

2. Minum;

3. Berhubungan suami-istri saat waktu puasa;

AYO BACA : Obat Kuat Alami yang Enak & Mudah Didapat, Bikin Bercinta Makin Nikmat

4. Menyuntikkan nutrisi ke dalam tubuh untuk menghilangkan rasa lapar dan/atau dahaga;

5. Keluarnya darah haid/menstruasi bagi perempuan;

6. Melakukan masturbasi yang menyebabkan keluarnya "cairan";

7.Memasukkan air ke kerongkongan untuk menyegarkan diri dari rasa haus (bukan berkumur-kumur saat wudu atau bersikat gigi);

8. Tetap makan, minum, atau berhubungan suami-istri dengan asumsi subjektif bahwa fajar belum terbit, padahal ada yang meyakinkannya kalau fajar sudah terbit, pun dia sendiri mampu membuktikannya dengan berusaha menyaksikan fajar sudah terbit;

9. Muntah yang disengaja;

10. Menyengajakan tidur setelah bangun sekali dan belum mandi junub sehingga dia (orang yang junub itu) bangun lagi setelah fajar terbit;

11. Memasukkan ke dalam mulut sesuatu yang bisa memberikan kepuasan tersendiri, seperti bubukm tepung yang tebal, dan/atau asap rokok.

Dengan begitu, saat puasa berhubungan badan, tetap dibolehkan asal tidak saat waktu puasa, atau setelah berbuka dan sebelum azan Subuh.

AYO BACA : 7 HP RAM 6 GB Mulai Rp1 Juta April 2021, Cocok buat Lebaran

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar