Niat & Cara Sholat Tarawih 11 Rakaat dengan Witir Lengkap dengan Urutan Bacaan Surat Pendeknya

  Sabtu, 24 April 2021   M. Naufal Hafizh
Niat & Cara Sholat Tarawih 11 Rakaat dengan Witir Lengkap dengan Urutan Bacaan Surat Pendeknya. (Ilustrasi Ayobandung.com)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Niat bacaan sholat tarawih untuk 11 rakaat & 23 rakaat umumnya sama. Ada dua macam rakaat salat tarawih yang digelar di Indonesia yakni 11 rakaat dan 23 rakaat.

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, istilah untuk ibadah ini adalah qiyam Ramadan. Berbeda dengan puasa, qiyam Ramadan alias shalat tarawih hukumnya sunah yang sangat dianjurkan. Waktu pelaksanaannya, sesudah shalat isya pada malam hari hingga terbitnya fajar selama bulan Ramadan.

Pilihan 11 rakaat dan 23 rakaat 

Ada yang menyarankan salat tarawih itu 11 rakaat, 8 rakaat tarawih dan tiga rakaat witir. Cara salat itu adalah: tiap dua rakaat, salam, sehingga diakhiri dengan satu rakaat witir. Demikian merujuk dari buku Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadan (disusun Tim Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah).

Dalam hal ini, Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam buku 99 Tanya Jawab Seputar Salat menerangkan. Cara “empat rakaat, empat rakaat plus tiga rakaat witir” bukanlah maksud daripada hadis riwayat Aisyah.

Hadis itu selengkapnya berbunyi. "Dari Abu Salamah bin Abdirrahman, ia bertanya kepada Aisyah RA, 'Bagaimanakah salat Rasulullah SAW di bulan Ramadan?'

Aisyah RA menjawab, "Rasulullah SAW tidak pernah menambah di dalam Ramadan dan di luar Ramadan lebih dari 11 rakaat".

Beliau salat empat rakaat, jangan engkau tanya tentang bagus dan panjangnya. Kemudian, beliau salat empat rakaat jangan engkau tanya tentang bagus dan panjangnya. Kemudian, beliau salat tiga rakaat.'"

Menurut UAS, hadis itu bermakna bahwa Nabi Muhammad SAW salat empat rakaat, kemudian berhenti untuk istirahat, lalu shalat empat rakaat lagi untuk menggenapkan tarawih.

Ihwal Salat 23 Rakaat

Ada pula yang menyarankan salat tarawih itu 20 rakaat, yakni termasuk tiga rakaat witir. Hal itu berdasarkan keyakinan, tak ada keterangan yang pasti tentang jumlah rakaat salat tarawih yang dikerjakan Nabi Muhammad SAW.

Rujukannya kemudian perilaku para sahabat Nabi Muhammad SAW dan generasi tabiin. Mengutip buku Argumentasi Tarawih 20 Rakaat: Risalah Amaliah Kaum Nahdliyin (disusun Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama Jawa Barat), Musnad Ibn al-Ja’d menyebutkan sebagai berikut.

"Mereka (para sahabat Nabi Muhammad SAW) melaksanakan salat malam pada masa Umar bin Khaththab RA pada bulan Ramadan sebanyak 20 rakaat."

Cara salat itu adalah: tiap dua rakaat, salam, sehingga diakhiri dengan satu rakaat witir. Dalam pada itu, ada lima kali istirahat.

Pada akhirnya, salat 11 atau 23 rakaat itu masih lebih baik daripada mereka yang tidak sama sekali salat tarawih. Simaklah hadis Rasulullah SAW ini, “Barangsiapa yang melaksanakan qiyam Ramadan karena keimanan dan pengharapan ridha Allah, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.”

Salat tarawih pun sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah, baik itu di masjid maupun tempat-tempat lain yang mulia. Pasalnya, derajat salat berjamaah lebih tinggi daripada shalat sendirian. Apalagi, nuansanya adalah bulan suci Ramadan ketika pahala amal ibadah dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Niat Sholat Tarawih

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarawihi rak‘ataini mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, saat ini, karena Allah SWT.”

Tata Cara Sholat Tarawih 11 Rakaat

Adapun tata cara sholat tarawih 11 rakaat sendiri di rumah adalah sebagai berikut, dikutip Ayocirebon.com:

  1. Membaca niat.
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca doa iftitah
  4. Membaca surah Al-Fatihah
  5. Membaca surah Al-Quran
  6. Rukuk
  7. Itidal
  8. Sujud pertama
  9. Duduk di antara dua sujud
  10. Sujud kedua
  11. Berdiri untuk melakukan rakaat kedua dengan langkah yang sama, diakhiri dengan tasyahud akhir dan salam. Lakukan sebanyak 8 rakaat dengan 2 rakaat masing-masing di akhiri dengan salam.
  12. Lanjutkan dengan shalat witir sebanyak 3 rakaat 1 salam dengan niat:

Ushalli sunnatal witri tsalaasa rak’atain lillaahi ta’ala.”

Artinya: “Aku niat shalat witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala.

Apa saja surat pendek Al-Qur'an yang dibaca saat Salat Witir? Salat ini saat Ramadan dilakukan setelah Salat Tarawih.

Jumlah rakaatnya sekurang-kurangnya 1, tapi umumnya dilaksanakan 3 rakaat dengan 2 salam.

Selain itu, Anda bisa mengerjakannya dengan 3 rakaat dan 1 salam.

Mengutip dari NU Online, tidak ada ketentuan khusus untuk membaca Surat apa dalam Salat Witir.

Namun, ada keterangan perihal susunan bacaan surat Al-Qur’an dari Syekh M Nawawi Banten bagi mereka yang melaksanakan shalat witir 3 rakaat atau lebih hingga maksimal 11 rakaat.

Berikut ini susunan bacaan surat pada Salat Witir tiga rakaat:

  1. Surat Al-Fatihah dan Surat Al-A‘la (rakaat pertama)

Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Kafirun (rakaat kedua)

  1. Surat Al-Fatihah, Surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas (rakaat terakhir)

Berikut ini bacaan surat Al-Qur’an pada Salat Witir yang dikerjakan lebih dari 3 rakaat (5, 7, atau 9 rakaat) hingga (maksimal) 11 rakaat:

  1. Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Qadr (rakaat pertama)

Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Kafirun (rakaat kedua)

  1. Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Qadr (rakaat pertama) Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Kafirun (rakaat kedua)
  2. Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Qadr (rakaat pertama) Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Kafirun (rakaat kedua)
  3. Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Qadr (rakaat pertama) Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Kafirun (rakaat kedua)
  4. Surat Al-Fatihah dan Surat Al- A‘la (rakaat pertama) Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Kafirun (rakaat kedua)
  5. Surat Al-Fatihah, Surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas (rakaat terakhir)

Susunan bacaan surat Al-Qur’an pada Salat Witir ini dikutip dari Kitab Nihayatuz Zain karya Syekh Nawawi Banten.

Pada prinsipnya, susunan bacaan surat pada Salat Tarawih, Salat Witir, dan salat apa saja pada rakaat di dalam salat mengikuti susunan surat pada mushaf Al-Qur’an.

Ketika seseorang memulai bacaan salatnya pada rakaat pertama dengan Surat An-Nas (surat terakhir dalam Al-Qur’an), maka ia kembali ke awal Al-Qur’an seperti Surat Al-Baqarah dan seterusnya untuk bacaan salatnya pada rakaat kedua. Wallahu a’lam.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar