Petasan Meledak Dalam Rumah di Ponorogo, Kakak Beradik Tewas Seketika

  Rabu, 28 April 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi petasan. (Till Frers dari Pixabay)

PONOROGO, AYOSURABAYA.COM -- Ledakan petasan kembali memakan korban. Kali ini terjadi di Ponorogo, tepatnya di Dusun Ngasinan Desa/Kecamatan Sukorejo Ponorogo. Pada Selasa (27/4) malam.

Dua kakak beradik berinisial SN (23) dan SM (21) tewas seketika, setelah terkena ledakan yang diduga dari petasan yang mereka rakit. Bahkan bagian tubuh korban pun sampai terpisah terkena ledakan tersebut.

“Iya tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB terjadi ledakan dari petasan, mengakibatkan 2 orang meninggal,” kata Kapolsek Sukorejo AKP. Beny Hartono, Rabu (28/4/2021).

Suara ledakan begitu keras, terdengar hingga radius lebih dari 500 meter. Selain menyebabkan korban jiwa, ledakan itu juga membuat genteng rumah korban jebol dan berantakan.

“Keadaan rumah korban ini berantakan akibat ledakan itu,” katanya.

Beny menyebut olah TKP akan dilakukan pagi ini (28/4), sebab pada tadi malam tidak memungkinkan dilakukan. Sekitar TKP  penerangan minim, rumah atap jebol dan dikawatirkan ambruk, kamar belakang atas dan dapur tembok rumah ambrol dan retak, Dak rumah bagian atas belakang juga jebol, lampu mati.

“Olah TKP akan dilanjutkan pagi ini, karena tadi malam situasinya tidak memungkinkan,” pungkasnya.

Ledakan Petasan di Jombang Seorang Tewas 

Ledakan petasan yang mengakibatkan korban tewas sebelumnya terjadi di Jombang. Warga Dusun Gempol, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Jombang dilanda kepanikan setelah terdengar ledakan keras dari salah satu rumah warga bernama Sukijan (60), Kamis (15/4/2021) malam.

Saat terjadi ledakan keras, warga sedang menjalankan ibadah salat tarawih. 

Akibat leadakan itu, seorang tewas dan seorang lainnya mengalami luka bakar. Korban tewas bernama Joko Slamet (35) dan luka adalah ibunya Sainten (55).

Keduanya kemudian dilarikan ke RSUD Jombang menggunakan mobil pikap. Namun nahas Joko tidak  bisa diselamatkan 

Meski sudah mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya gagal diselamatkan. 

“Joko meninggal di RSUD Jombang sekitar pukul 23.55 WIB. Sedangkan sang ibu yang bernama Sainten mengalami luka bakar,” kata Kapolsek Kabuh AKP Rudi Darmawan, Jumat (16/4/2021).

Rudi menjelaskan, berdasarkan bukti di lapangan, ledakan tersebut berasal dari petasan atau mercon milik korban. 

“Kami masih di lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Satu korban meninggal, satu lagi terluka dalam kejadian ini,” pungkas Rudi. 

 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar