ASN Sudah Jelas Dilarang Mudik, Jangan Coba-coba Melanggar

  Jumat, 30 April 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi ASN.
BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Candra menegaskan para pengendara motor maupun mobil yang hendak melintas di perbatasan yang disekat selama larangan mudik Idul Fitri 1442 Hijriyah wajib menunjukan surat tugas atau dokumen penunjang keperluannya. Sedangkan, dalam kondisi darurat, seperti ada yang meninggal dunia, sakit, hingga prosesi iring-iringan pemakaman yang disertai dengan pengawalan, juga diperbolehkan.
 
Teddy menegaskan, apabila ditemukan hal tersebut di dalam kota tidak apa-apa. Namun, ada regulasi tertentu yang mengatur perihal tersebut.
 
Menurutnya, untuk orang sakit atau berkabung, hanya ada 2 hingga 3 orang yang boleh mendampingi.
 
"Ada kok ketentuannya yang mendampingi 2 orang, kan ada emergency kedukaan, keluarganya di Surabaya ada yang meninggal terus keluarganya di daerah mana, datang mau menghadiri, ada kok ketentuannya, enggak lebih 2 orang. Itu regulasi pemerintah yang mengeluarkan," ujarnya.
 
Lantas, bagaimana apabila ditemukan pelanggaran dari internal ASN, Polisi, TNI, atau instansi kenegaraan serupa?
 
Teddy menyatakan pemerintah tentu tak akan tebang pilih. Menurutnya, setiap instansi memiliki kebijakan masing-masing sesuai kebijakan atau ketentuan pemerintah 
 
"Kalau personel TNI, Polri, dan ASN itu sudah jelas, masing-masing perintah dari Kapolri sendiri tidak boleh mudik. Kalau kita mah udah makin jelas, nanti Propam yang menindak, bisa sanksi disiplin nanti. Kalau kita (polisi) sudah ada surat telegram, diperintahkan tidak ada yang melakukan mudik.," tuturnya.
 
Kemudian, apakah ada tim khusus yang mobile berpatroli ke sejumlah jalur tikus atau titik-titik rawan yang hendak dilintasi pemudik bandel?
 
"Ada, kita punya tim khusus, kita juga punya Tim Urai, nanti bisa manfaatkan juga. Tim Khusus (Timsus) saya itu ada 16 personel, kemudian Tim Urai itu ada 19 personel, itu bisa digunakan sebagai tower on hand saya ketika ada kejadian ataupun yang menonjol atau apa, bisa saya gerakkan," tutupnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar