Mudik Lebaran 2021, Daftar Zona Merah Covid-19 Meningkat, Ada Jatim?

  Sabtu, 01 Mei 2021   M. Naufal Hafizh
Menjelang mudik Lebaran 2021, zona merah Covid-19 di Indonesia meningkat, ada dari Jatim? (Pixabay)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM – Menjelang mudik Lebaran 2021, zona merah Covid-19 di Indonesia meningkat dari 6 menjadi 19 daerah. Berikut ini daftarnya, apakah ada daerah dari Jatim?

Perubahan zona terbaru menjelang Idulfitri, yakni:

  • Zona merah meningkat dari 6 menjadi 19 kabupaten / kota
  • Zona oranye bertambah dari 322 menjadi 340 kabupaten / kota
  • Zona kuning berkurang dari 177 menjadi 146 wilayah
  • Zona hijau tetap 8
  • Wilayah tidak terdampak tetap 1.

Berikut ini daftar zona Covid-19 di Jawa Timur:

ZONA ORANYE

  1. Madiun
  2. Kota Probolinggo
  3. Jombang
  4. Tuban
  5. Kota Blitar
  6. Kota Mojokerto
  7. Kota Madiun
  8. Kota Batu
  9. Pacitan
  10. Kediri
  11. Mojokerto
  12. Tulungagung
  13. Banyuwangi
  14. Pasuruan
  15. Magetan
  16. Ponorogo

ZONA KUNING

  1. Sampang
  2. Pamekasan
  3. Bondowoso
  4. Lamongan
  5. Lumajang

Daftar Zona Merah di Indonesia

Inilah 19 wilayah zona merah Covid-19 di Indonesia:

Nomor

Provinsi

Kota/Kabupaten

1

Sumatera Utara

Deli Serdang

2

Sumatera Selatan

Ogan Komering Ulu Timur

3

Sumatera Selatan

Kota Palembang

4

Sumatera Barat

Solok

5

Sumatera Barat

Agam

6

Sumatera Barat

Solok Selatan

7

Riau

Kota Pekanbaru

AYO BACA : ATURAN BARU, Mudik Lebaran 2021 Dilarang Kecuali 9 Kendaraan Ini, Ada Punyamu?

8

Riau

Siak

9

Riau

Rokan Hulu

10

Riau

Bengkalis

11

Kep. Bangka Belitung

Bangka Barat

12

Kalimantan Tengah

Kota Palangkaraya

13

Kalimantan Selatan

Tanah Laut

14

Kalimantan Selatan

Tanah Bumbu

15

Jambi

Kerinci

16

Jambi

Kota Jambi

AYO BACA : SYARAT WAJIB MUDIK LEBARAN 2021, Begini Cara Mengisi e-HAC!

17

Jambi

Kota Sungai Penuh

18

Bali

Badung

19

Aceh

Aceh Tamiang

Peta Zonasi Risiko daerah dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan.

Indikator-indikator yang digunakan adalah sebagai berikut:

INDIKATOR EPIDEMIOLOGI:

  1. Penurunan jumlah kasus positif & probable pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
  2. Penurunan jumlah kasus suspek pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
  3. Penurunan jumlah meninggal kasus positif & probable pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
  4. Penurunan jumlah meninggal kasus suspek pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
  5. Penurunan jumlah kasus positif & probable yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
  6. Penurunan jumlah kasus suspek yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
  7. Persentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif & probable
  8. Laju insidensi kasus positif per 100,000 penduduk
  9. Mortality rate kasus positif per 100,000 penduduk
  10. Kecepatan Laju Insidensi per 100,000 penduduk

 

PS. Data probable didapatkan dari data PHEOC utk nomor 1, 3, 7

Sedangkan data probable untuk nomor 6 didapatkan dari data RS Online

INDIKATOR SURVEILANS KESEHATAN MASYARAKAT

  1. Jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama 2 minggu terakhir
  2. Positivity rate rendah (target ≤5% sampel positif dari seluruh orang yang diperiksa)

INDIKATOR PELAYANAN KESEHATAN

  1. Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS Rujukan mampu menampung s.d >20% jumlah pasien positif COVID-19 yang dirawat di RS
  2. Jumlah tempat tidur di RS Rujukan mampu menampung s.d >20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19 yang dirawat di RS

Pertimbangan Jokowi Melarang Mudik

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan 4 pertimbangan melarang mudik lebaran tanggal 6-17 Mei 2021.

Jokowi meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk mengikuti kebijakan pemerintah ini sebagai bagian dari ikhtiar atau usaha memutus penyebaran COVID-19.

“Saya mengerti kita semuanya pasti rindu sanak saudara di saat-saat seperti ini, apalagi di Lebaran nanti, tapi mari kita utamakan keselamatan bersama dengan tidak mudik ke kampung halaman. Mari kita isi Ramadan dengan ikhtiar memutus rantai penularan wabah demi keselamatan seluruh sanak saudara kita dan juga diri kita sendiri dan seluruh masyarakat,” ujarnya, Jumat 16 April 2021, yang juga diunggah di kanal YouTube Sekretariat Kabinet.

Jokowi menjelaskan, kebijakan pelarangan mudik ini diputuskan setelah melalui berbagai macam pertimbangan.

Berikut ini Pertimbangan Jokowi Melarang Mudik Lebaran 6 – 17 Mei 2021.

Pertimbangan pertama karena terjadinya peningkatan tren kasus Covid-19 usai empat kali libur panjang di tahun 2020.

“Pertama, saat libur Idulfitri tahun lalu terjadi kenaikan kasus harian hingga 93 persen dan terjadi tingkat kematian mingguan hingga 66 persen,” ujar Presiden.

Kemudian, libur panjang pada 20-23 Agustus 2020 mengakibatkan terjadi kenaikan kasus hingga 119 persen dan tingkat kematian mingguan meningkat mencapai 57 persen. Sementara itu, libur panjang pada 28 Oktober-1 November 2020 menyebabkan terjadinya kenaikan kasus hingga 95 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan mencapai 75 persen.

“Terakhir yang keempat, terjadi kenaikan saat libur di akhir tahun 24 Desember 2020-3 Januari 2021, mengakibatkan kenaikan jumlah kasus harian mencapai 78 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan hingga 46  persen,” ungkap Jokowi.

Pertimbangan lainnya, kata Presiden, Indonesia harus menjaga tren penurunan kasus aktif yang terjadi dalam dua bulan terakhir, yaitu menurun dari 176.672 kasus pada 5 Februari menjadi 108.032 kasus pada 15 April.

“Penambahan kasus harian juga sudah relatif menurun. Kita pernah mengalami 14-15 ribu kasus per hari pada bulan Januari 2021 tapi kini berada di kisaran 4-6 ribu kasus per hari,” ujarnya.

Tren kesembuhan juga terus mengalami peningkatan. Pada 1 Maret tercatat sebanyak 1.151.915 pasien yang sembuh atau 85,88 persen dari total kasus, sedangkan pada 15 April meningkat menjadi 1.438.254 pasien sembuh atau telah mencapai 90,5 persen sembuh dari total kasus.

Presiden Jokowi menyampaikan, tren penanganan Covid-19 yang positif tersebut harus terus dijaga, termasuk melalui kebijakan peniadaan mudik yang diambil oleh pemerintah. “Oleh karena itu, kita harus betul-betul menjaga bersama momentum yang sangat baik. Untuk itulah pada Lebaran kali ini pemerintah memutuskan melarang mudik bagi ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN, karyawan swasta dan seluruh masyarakat,” ujar Jokowi.

Itulah daftar zona merah Covid-19 di Indonesia menjelang Mudik Lebaran 2021 dan pertimbangan Presiden Jokowi dalam melarang mudik.

AYO BACA : Daftar Lengkap Lokasi Penyekatan Mudik Lebaran 2021 Jatim

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar