Waspadai 5 Tanda Keguguran

  Rabu, 05 Mei 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi kehamilan. (Pexels dari Pixabay )

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Tingkat kematian janin akibat keguguran terbilang tinggi, berkisar 1-2 dari 10 ibu hamil. Perlu diketahui bagi tiap ibu hamil bahwa ada berbagai bentuk tanda-tanda keguguran, namun jangan disalahpahami, karena tidak semuanya mengarah kepada kematian janin di dalam kandungan.

Keguguran adalah kematian janin dalam kandungan sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu.

Keguguran dalam bahasa medis disebut juga abortus spontan. Perdarahan dari vagina dan nyeri perut adalah tanda-tanda utama dari keguguran. Namun, apabila hal tersebut terjadi, belum tentu menunjukkan kematian janin. Keadaan di mana janin dan kehamilan masih dapat dipertahankan walaupun sudah terjadi tanda-tanda keguguran, disebut dengan ‘ancaman keguguran’ atau abortus iminens (threatened abortion).

5 Tanda Keguguran

AYO BACA : 10 Provinsi dengan Kenaikan Kasus dan Kasus Aktif Tertinggi, Jatim Tidak Termasuk

Beberapa tanda-tanda keguguran di bawah ini harus diketahui ibu hamil. Pengetahuan ini penting agar saat tanda-tanda keguguran muncul, sang ibu bisa langsung meminta pertolongan medis.

1. Perdarahan
Tanda-tanda keguguran yang pertama kali harus diketahui adalah perdarahan dari vagina. Darah yang keluar dari vagina akibat keguguran bisa berwarna merah terang atau kecoklatan. Perdarahan dianggap sebagai tanda utama keguguran karena dialami sekitar 3 dari 10 ibu hamil yang mengalami keguguran. Namun tidak semua perdarahan akan berakhir dengan keguguran. Jika ibu hamil yang mengalami perdarahan segera mendapat pertolongan medis, kemungkinan keguguran dapat dicegah.

2. Nyeri
Jika perdarahan disertai dengan nyeri, maka patut diwaspadai sebagai tanda-tanda keguguran. Bagian tubuh yang sakit biasanya adalah panggul, perut, dan punggung belakang. Rasa nyeri tersebut sulit dibedakan dengan kram saat awal-awal kehamilan akibat membesarnya rahim.

AYO BACA : THR 2021 BAGI WANITA CAIR tapi Jumlanya Berbeda karena Cuti Melahirkan? Ini Aturannya

3. Menurunnya gerakan bayi
Aktivitas bayi di dalam perut menjadi tanda kesehatan dan perkembangannya secara umum. Konsultasikan dengan dokter bila ibu hamil merasa adanya penurunan gerakan bayi. Tanda ini umumnya dirasakan ketika usia kehamilan telah bertambah atau melewati trimester pertama.

4. Perubahan gejala kehamilan
Adanya perubahan gejala kehamilan, seperti tidak lagi mual atau muntah, bukanlah tanda-tanda keguguran yang umum. Namun jika perubahannya terjadi secara drastis, maka hal tersebut perlu diwaspadai. Pada trimester kedua kehamilan, perubahan ini mungkin terkait dengan masalah penurunan hormon kehamilan.

5. Keluar jaringan atau cairan dari vagina
Darah yang menggumpal dan janin yang masih berupa jaringan bisa saja keluar dari vagina. Jika ada jaringan yang keluar dari vagina, letakkan dalam wadah yang bersih lalu bawalah ke dokter untuk dianalisis agar diketahui kondisi yang sebenarnya.

Harap diingat, perdarahan pada trimester awal tidak selalu terkait dengan keguguran. Banyak ibu hamil yang mengalami hal tersebut namun tetap bisa melanjutkan kehamilan dan melahirkan buah hati mereka. Pada kondisi ‘ancaman keguguran’, ibu hamil sebaiknya melakukan tirah baring (bed rest) dan hindari berhubungan seks saat hamil.

AYO BACA : KFC Bagi – bagi Hadiah Menarik di HUT-69, Caranya Tinggal Klik Link?

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar