Muncikari Prostitusi Online Ancam Korban dengan Video & Foto Bugil

  Rabu, 05 Mei 2021   Praditya Fauzi Rahman
Muncikari prostitusi online ancam korban dengan video & foto bugil yang telah direkam dan mengancam akan memberi tahu keluarganya di kampung. (Istimewa)

Muncikari prostitusi online ancam korban dengan video & foto bugil yang telah direkam dan mengancam akan memberi tahu keluarganya di kampung.

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Unit PPA Polrestabes Surabaya membongkar praktik prostitusi teranyar. Dalam kasus kali ini, diketahui seorang wanita asal Blora, Jawa Tengah (Jateng) diperbudak oleh seorang mucikari berinisial HY (38).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian mengungkapkan, korban tak bisa kabur lantaran diancam dengan beragam video telanjang korban yang telah direkam pelaku beberapa waktu silam. Namun, aksi HY terbongkar usai polisi merazia sejumlah hotel di kota pahlawan.

Oki menuturkan, ketika personelnya merazia hotel, korban, yakni AW (19), sedang meladeni pelanggannya. Polisi lantas membekuk AW dan Muncikari HY yang tengah menanti serta mengawasi AW dari luar hotel.

Dalam pemeriksaan, AW mengaku dimanfaatkan HY. Ternyata, AW mengaku dijebak untuk terus berada di dalam lingkaran prostitusi bersamanya. Menurut pengakuan AW, tindakan perdagangan yang menjeratnya itu berawal dari perkenalan antara dirinya, HY, dan rekan HY pada November 2020.

"Korban (AW) dikenalkan kepada tersangka, oleh temannya. Kemudian, mengajak korban ke Yogyakarta dan menjual keperawanan si korban dengan imbalan uang Rp 10 juta," kata Oki, Rabu (5/5/2021).

Oki menjelaskan, dari hasil uang Rp 10 juta itu, HY memperoleh keuntungan sekitar Rp 3 juta. Merasa senang menjadi muncikari AW, HY lantas membuat akun Twitter untuk memperjualbelikan AW di media sosial.

Melalui akun anonim itu, HY membuat AW seolah-olah menjual dirinya sendiri. Umumnya, dikenal dengan istilah open BO (Booking Out).

"Tersangka mengajak korban ke Surabaya, menggunakan kereta api sekitar bulan Desember," ujarnya.

Selama berada di kota pahlawan, HY dan AW kerap berpindah-pindah hotel. AW mengaku kerap dikekang oleh HY dan dipaksa terus menerus melayani para hidung belang.

Setiap transaksi, HY mematok tarif Rp 1,5 juta. Sedangkan, korban hanya mendapat jatah Rp 500.000. Sisanya, digunakan untuk membayar biaya akomodasi, transportasi, dan beragam keperluan lain.

AW mengaku enggan melanjutkan pekerjaan haram itu dan berupaya berhenti. Sayangnya, hal tersebut malah memperoleh kecaman dan kerap dicegah oleh HY.

Bahkan, HY mengancam akan memberi tahu keluarganya di kampung mengenai pekerjaan AW yang sebenarnya. Pun dengan mengancam akan menyebarkan sejumlah video telanjang AW ke media sosial.

"Yang bersangkutan tidak berkutik. (Korban) di bawah ancaman (HY), akan menyampaikan kepada keluarganya dan di bawah ancaman dari si tersangka akan mengekspos foto dan video bugilnya ke media sosial," tuturnya.

Akibat ulahnya itu, HY dijerat dengan Pasal 2 Undang-Undang nomor 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 506 KUHP dan atau Pasal 296 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar