Cara Habib Muhammad Assegaf Syiarkan Islam kepada Anak Muda di Surabaya

  Minggu, 09 Mei 2021   Praditya Fauzi Rahman
Sesi give away dan musik dalam Program Dakwah 'Ngaji Ngopi' di Warung Kopi Oleh Utang Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya. Minggu (9/5/2021).

LAKARSANTRI, AYOSURABAYA.COM -- Habib Muhammad Assegaf memiliki cara unik dalam berdakwah. Kepada AyoSurabaya.com, ia berkisah tentang perjalanannya mendirikan 'Ngaji Ngopi' kepada anak-anak muda di Kota Surabaya dan sekitarnya selama hampir 2 tahun ini.

Habib mengaku sudah mendatangi 27 warung kopi (warkop) di Surabaya dan Sidoarjo. Namun, hal tersebut kini terhambat akibat Pandemi Covid-19. Mau tak mau, harus fakum hampir setahun pada tahun 2020 lalu.

Meski sempat terhenti, kini pengajian santuy ala millenials itu mulai diusung kembali. Meski konsep dan materi yang disampaikan serupa, rupanya tak menyurutkan niat para kaula muda untuk nyangkruk sambil mendengarkan dakwah dari sang empunya.

"Sekarang sudah ada 27 titik 'Ngaji Ngopi' di Surabaya dan Krian, Sidoarjo. Karena pandemi ini, terputus semuanya dan hanya beberapa saja yang aktif. Tapi, bukan berarti dibatasi ya (segala usia boleh), kebetulan yang datang ini para pemuda," ujarnya saat ditemui usah dakwah di Warkop Oleh Utang Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Minggu (9/5/2021).

AYO BACA : BLT BPJS Ketenagakerjaan 2021 Kapan Cair?

Habib menganggap, anak muda saat ini cenderung kurang mendalami ilmu agama Islam. Bahkan, hal-hal dasar yang seharusnya bisa dihafal dan dilakukan diluar kepala, justru tak bisa.

Maka dari itu, ia ingin menyampaikan syariat-syariat dasar tentang Islam sembari ngopi dan diiringi musik secara santai. Supaya, ilmu yang diperoleh mudah diresapi dan dilakoni jemaahnya dalam kehidupan sehari-hari.

"Rata-rata, memang teman-teman yang nol daripada pendidikan syariat, sehingga perlu bagi kita di materinya kita isi tentang kajian-kajian syariat. Jadi, kita sisipkan bagaimana caranya mandi besar, wudhu, dan sholat, dan lain sebagainya, kita ajarkan ke mereka. Mazhabnya kita ikut as Syafi'iyah, kalau Tasawufnya kita ikut Imam Al-Ghazali," katanya.

Saking ramai dan antusiasnya para jemaah anyar hingga lawas, Habib mengaku tak bisa meladeni satu persatu permintaan manggung dari satu warkop ke warkop lain. Bahkan, tawaran tersebut hingga ke Kabupaten Lumajang, Blitar, Pasuruan, hingga Banyuwangi. Alasannya, ingin merampungkan kajian dan dakwah kepada arek-arek Suroboyo terlebih dulu. Namun, tak menutup kemungkinan akan sowan ke daerah lain yang masih dalam Provinsi Jatim.

AYO BACA : Wow, Ini Besaran THR Presiden Jokowi

Meski begitu, bukan berarti tak ada kendala sama sekali. Namun, hak tersebut ditanggapi Habib dengan santai. Menurutnya, hal tersebut lumrah sekaligus ujian baginya dalam menyiarkan ajaran-ajaran agama.

"Majelis ini alhamdulillah sangat banyak yang minta, bahkan sampai banyak yang kita tolak, karena mengingat jadwal kita hampir sebulan itu penuh, kalau dituruti semua bisa nggak dirumah kita nanti. Karena begitu warkop-warkop melihat kegiatan seperti ini, mereka tertarik dan mengajukan, ada dari Blitar, Jombang, sampai Tengger. Jadi, kita masih belum mencakup untuk semua, tapi fokus kepada teman-teman di Surabaya," tuturnya.

Habib merasa senang bisa berdakwah kepada jemaah yang didominasi anak muda dengan rentan usia 15 hingga 35 tahun. Pun dengan komunitas yang ada di kota pahlawan. Mengingat, acara yang diadakannya dengan menggandeng presenter khas Suroboyoan, Jemi 'Pak Raden', juga pernah didatangi oleh dedengkot suporter Persebaya, seperti Cak Tessy, Capo Ipul, hingga pemain legenda Mat Halil.

Lantas, mengapa menargetkan anak muda sebagai audiens dan warung kopi untuk lokasinya?

"Mengingat pemuda itu tombaknya agama. Jadi, agama Islam ini bisa kuat kalau pemudanya kuat, karena ada salah seorang Alim mengatakan bahwa Agama Islam ini berada di bawah telapak kaki para pemuda. Kalau pemudanya ini gemar taklim dan gemar belajar ilmu, maka mereka akan praktikan ilmu itu, sehingga agamanya akan semakin kuat," tutupnya.

AYO BACA : 'Ngaji Ngopi', Dakwah Ala Pemudi Surabaya di Warkop

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar