5 Strategi Meraih Lailatul Qadar di Akhir Ramadan

  Minggu, 09 Mei 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi. (Pixabay )

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM -- Lailatul Qadar adalah malam yang paling dinantikan oleh umat Islam di bulan suci Ramadhan. Untuk meraihnya, tidak sedikit umat Islam yang kemudian sibuk mencari tanda munculnya malam seribu bulan ini, khususnya di 10 hari terakhir Ramadhan.

Namun, dalam makalahnya yang berjudul Kaifa Taktasib Lailatul Qadar, Prof Lathifah binti Abdullah al-Aljal’ud berpendapat daripada sibuk menghitung dan mencari tanda kapan Lailatul Qadar, alangkah baiknya jika umat Islam berupaya mengatur strategi agar dapat memaksimalkan waktu dalam 10 hari terakhir dalam Ramadhan.

Seperti dikutip dari buku Strategi Jitu Meraih Lailatul Qadar karya Candra Nila Murti Dewojati, berikut strategi meraih lailatul qadar pada 10 hari terakhir Ramadhan.

Pertama, memaksimalkan dzikir dan doa sejak waktu subuh hingga petang atau membaca bacaan alternatif lain yang dapat membantu lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

AYO BACA : 4 Tanda Alam Munculnya Lailatul Qadar

Kedua, meningkatkan kualitas sholat fardhu dan memperbanyak sholat sunnah. Optimalisasi ini dianggap yang paling utama untuk mencapai derajat Lailatul Qadar.

Ketiga, memperbanyak sedekah di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.

Keempat, berbagi hidangan buka puasa. Karena aktivitas ini akan lebih menggandakan pahala puasa. Sebagaimana sabda Nabi SAW, “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi padala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tarmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, dishahihkan oleh al-Albani).

Kelima, memperbanyak doa mohon ampunan, seperti, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Pemaaf dan menyukai permintaan maaf. Maka ampunilah aku.” Doa ini merupakan salah satu opsi redaksi doa yang dianjurkan dibaca dalam beberapa riwayat.

Sementara itu, menurut Syekh Muhammad Abduh Yamani, kiat sukses memperoleh malam seribu bulan ini dituangkannya dalam makalahnya yang berjudul Lailat al-Qadar wa Adabuha. Dia mengatakan yang terpenting adalah bertaubat kepada Allah SWT. Ini bisa dibuktikan dengan menyegerakan segala amal baik dan komitmen beribadah serta konsisten di jalan yang benar.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar