Asal Muasal Klaster Salat Tarawih di Banyuwangi

  Minggu, 09 Mei 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi penyebaran virus corona. (pixabay)

BANYUWANGI, AYOSURABAYA.COM -- Kepala Desa Ringintelu Kecamatan Bangorejo Banyuwangi, Budi Santoso, memprediksi awal mula kedatangan Covid-19 di daerahnya. Ia menyebut, sebelum virus corona menyerang salah seorang warganya hingga meninggal, kemungkinan virus tersebut dibawa seseorang dari luar kota.

“Memang ada warga sini yang datang dari luar negeri. Di perjalanan katanya dia positif saat dilakukan tes. Tiba di rumah tidak menyampaikan kedatangannya. Kemudian yang bersangkutan ikut tarawih di musala ini,” kata Budi, saat ditemui di Dusun Yudomulyo, Minggu (9/5/2021).

Setelah itu, kata Budi, salah seorang pengurus musala mengeluh sakit dan harus mendapat perawatan di rumah sakit. Selang beberapa waktu, yang bersangkutan meninggal dan dinyatakan positif Covid-19.

“Setelah itu dilakukan tracing dari warga yang kontak erat, ada yang positif juga,” katanya.

Hingga kini, pihak Satgas Covid-19 setempat telah melakukan tracing sebanyak 300 orang. Hasilnya, 53 orang dinyatakan positif. Sementara kasus kematian juga bertambah ada 6 orang.

“Di sini ada tiga dusun, tapi yang paling banyak di Dusun Yudomulyo. Di sini kita ambil tindakan sejak 3 Mei lalu kita berlakukan pembatasan aktivitas warga, ada yang isolasi mandiri juga,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono menyebut, banyak kemungkinan penyebab terjadinya klaster tersebut. Apalagi, kasus Covid-19 di Banyuwangi memang telah menyebar sejak lama.

“Kasus Covid-19 di Banyuwangi ini menyebar sejak lama. Kita tidak bisa memprediksi dari mana datangnya. Yang jelas, berkembangnya Covid-19 di sini bisa terjadi karena terpapar antar warga atau yang biasa disebut transmisi lokal,” pungkasnya. 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar