Larangan Mudik Lebaran 2021 Dicabut, Hoaks atau Fakta?

  Senin, 10 Mei 2021   M. Naufal Hafizh
Larangan Mudik Lebaran 2021 dicabut, apakah hal itu hoaks atau fakta? (Turnbackhoax.id)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM – Setelah beredar unggahan yang mengklaim bahwa Jokowi Mudik, terkini, unggahan soal Larangan Mudik Lebaran 2021 dicabut masih beredar, apakah hal itu hoaks atau fakta?

Isu larangan mudik dibatalkan mencuat setelah adanya status dari akun Facebook Yahdi Mahyassa yang mengunggah tangkapan layar seorang penyiar berita.

Di gambar tersebut memperlihatkan penyiar berita dan narasi “AKHIRNYA, LARANGAN MUDIK DICABUT”.

Hal itu diunggah pada 28 April 2021. Adapun status itu disukai 11 akun dan 5 kali dibagikan. Lantas, apakah mudik 2021 dibolehkan?

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan turnbackhoax.id, kontent tersebut adalah hasil suntingan atau editan.

Foto serupa ditemukan pada kanal Youtube SYS ENTERTAINMENT, yang diunggah pada 5 Februari 2019 dengan judul “kazakhstan news reporter sounds like diesel truck starting in the morning women edition”.

AYO BACA : JOKOWI MUDIK saat Warga Dilarang Mudik Lebaran 2021, Fakta atau Hoaks?

Pada unggahan video di akun SYS ENTERTAINMENT, judul yang disematkan untuk pewarta tersebut adalah “kazakhstan news reporter sounds like diesel truck starting in the morning women edition”, atau dengan kata lain tidak ditemukan narasi “AKHIRNYA, LARANGAN MUDIK DICABUT” seperti halnya yang tengah beredar.

Karena itu, status tersebut masuk kategori manipulated content atau konten yang dimanipulasi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan 4 pertimbangan melarang mudik lebaran tanggal 6-17 Mei 2021.

Jokowi meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk mengikuti kebijakan pemerintah ini sebagai bagian dari ikhtiar atau usaha memutus penyebaran COVID-19.

“Saya mengerti kita semuanya pasti rindu sanak saudara di saat-saat seperti ini, apalagi di Lebaran nanti, tapi mari kita utamakan keselamatan bersama dengan tidak mudik ke kampung halaman. Mari kita isi Ramadan dengan ikhtiar memutus rantai penularan wabah demi keselamatan seluruh sanak saudara kita dan juga diri kita sendiri dan seluruh masyarakat,” ujarnya, Jumat 16 April 2021, yang juga diunggah di kanal YouTube Sekretariat Kabinet.

Jokowi menjelaskan, kebijakan pelarangan mudik ini diputuskan setelah melalui berbagai macam pertimbangan.

Berikut ini Pertimbangan Jokowi Melarang Mudik Lebaran 6 – 17 Mei 2021.

AYO BACA : ATURAN BARU, Mudik Lebaran 2021 Dilarang Kecuali 9 Kendaraan Ini, Ada Punyamu?

Pertimbangan pertama karena terjadinya peningkatan tren kasus Covid-19 usai empat kali libur panjang di tahun 2020.

“Pertama, saat libur Idulfitri tahun lalu terjadi kenaikan kasus harian hingga 93 persen dan terjadi tingkat kematian mingguan hingga 66 persen,” ujar Presiden.

Kemudian, libur panjang pada 20-23 Agustus 2020 mengakibatkan terjadi kenaikan kasus hingga 119 persen dan tingkat kematian mingguan meningkat mencapai 57 persen. Sementara itu, libur panjang pada 28 Oktober-1 November 2020 menyebabkan terjadinya kenaikan kasus hingga 95 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan mencapai 75 persen.

“Terakhir yang keempat, terjadi kenaikan saat libur di akhir tahun 24 Desember 2020-3 Januari 2021, mengakibatkan kenaikan jumlah kasus harian mencapai 78 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan hingga 46  persen,” ungkap Jokowi.

Pertimbangan lainnya, kata Presiden, Indonesia harus menjaga tren penurunan kasus aktif yang terjadi dalam dua bulan terakhir, yaitu menurun dari 176.672 kasus pada 5 Februari menjadi 108.032 kasus pada 15 April.

“Penambahan kasus harian juga sudah relatif menurun. Kita pernah mengalami 14-15 ribu kasus per hari pada bulan Januari 2021 tapi kini berada di kisaran 4-6 ribu kasus per hari,” ujarnya.

Tren kesembuhan juga terus mengalami peningkatan. Pada 1 Maret tercatat sebanyak 1.151.915 pasien yang sembuh atau 85,88 persen dari total kasus, sedangkan pada 15 April meningkat menjadi 1.438.254 pasien sembuh atau telah mencapai 90,5 persen sembuh dari total kasus.

Presiden Jokowi menyampaikan, tren penanganan Covid-19 yang positif tersebut harus terus dijaga, termasuk melalui kebijakan peniadaan mudik yang diambil oleh pemerintah. “Oleh karena itu, kita harus betul-betul menjaga bersama momentum yang sangat baik. Untuk itulah pada Lebaran kali ini pemerintah memutuskan melarang mudik bagi ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN, karyawan swasta dan seluruh masyarakat,” ujar Jokowi.

Itulah penjelasan tentang larangan mudik Lebaran 2021 yang ternyata tidak dicabut.

AYO BACA : Daftar Lengkap Lokasi Penyekatan Mudik Lebaran 2021 Jatim

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar