Ditreskrimum Polda Jatim Bongkar Sindikat Pemalsuan Surat Kesehatan

  Selasa, 11 Mei 2021   Praditya Fauzi Rahman
Subdit III Jatanras Ditreskrimum menghadirkan 5 tersangka pemalsuan surat kesehatan Rapid Antigen & Swab Antigen saat press release di Bidhumas Polda Jatim, Selasa (11/5/2021).

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM - Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim membongkar sindikat pemalsuan surat bebas Covid-19. Dalam pengungkapan kasus itu, didapati hasil negatif rapid test antigen dan Swab PCR.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko menyebutkan, ada 5 tersangka yang dibekuk dari kasus itu, antara lain AF (27) warga Petukangan Ampel Surabaya dan 4 tersangka, NH (33), SG (36), MZA (22), IB (51) warga Sedati, Sidoarjo. 

Gatot menjelaskan, 5 tersangka itu kongkalikong dalam membuat surat keterangan sehat palsu secara instan tanpa embel-embel pemeriksaan sekalipun. Dalam melancarkan aksinya, mereka mencari pemesan yang memerlukan surat sehat itu dari beragam medium. 

"Untuk memalsukan surat hasil rapid antigen dan swab PCR, para pelaku mengatasnamakan RS Sheila Medika," kata Gatot, Selasa (11/5/2021). 

Mulanya, bisnis pemalsuan surat keterangan sehat itu dilakukan tersangka NH yang ternyata pernah menjadi Office Boy (OB) di RS Sheila Medika. Ketika diberhentikan bekerja di RS yang berada di Jalan Letjen Wahono, Sidoarjo sedari 4 bulan lalu, NH menyimpan dokumen blanko surat sehat. 

"Kemudian, dimanfaatkan (NH) untuk membuat surat palsu," ujarnya 

Selanjutnya, NH mengajak AF untuk membuat surat palsu itu dan berperan sebagai penjual sekaligus produsen. Sedangkan, 3 tersangka lainnya, yakni IB, SG, dan MZA, bertugas sebagai pencari konsumen alias marketing. 

"Rata-rata, pemesannya dari penumpang pesawat terbang dan travel," tuturnya.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Totok Suharyanto mengungkapkan, kelimanya mengaku sudah mencetak sekitar 600 lembar surat keterangan hasil rapid test swab antigen palsu. Seluruhnya diamankan di Jalan by pass, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

"Perhari, mereka dapat mencetak rata-rata 5 surat keterangan hasil rapid  test antigen palsu dan 3 surat keterangan hasil swab PCR palsu," katanya.

Akibat ulahnya itu, kelima tersangka dijerat dengan Pasal 263 ayat 1 KUHP Subsider Pasal 268 KUHP Juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara. Selain menangkap para tersangka, uang tunai Rp 1.200.000, 4 lembar hasil rapid test swab antigen yang sudah jadi beserta amplop, 1 bendel blangko kosong rapid test swab antigen kop surat RS Sheila Medika beserta amplopnya, hingga 1 bendel surat rapid test swab antigen kop surat RS Sheila Medika yang salah print.

 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar