Hukum Ziarah Kubur dan Doa Ziarah Kubur Usai Lebaran Idul Fitri

  Rabu, 12 Mei 2021   M. Naufal Hafizh
Hukum Ziarah Kubur dan Doa Ziarah Kubur Usai Lebaran Idul Fitri. (Ayobandung.com)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM – Bagaimana hukum ziarah kubur dalam Islam, apakah boleh atau tidak? Jika boleh, apa doa ziarah kubur usai Lebaran Idul Fitri?

Di Indonesia sendiri, ziarah kubur biasanya dilakukan menjelang Ramadhan dan setelah sholat Id.

Dewan Asatidz Pesantren Mahasiswa Ihya Qalbun Salim Jakarta Ustaz Ahmad Zarkasih Lc mengatakan, ziarah kubur menjelang Ramadhan maupun setelah Ramadhan bukan sesuatu yang terlarang.

"Ziarah kubur yang dilakukan menjelang Ramadan bukan ibadah yang mengada-ada, justru ibadah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW," kata Ustaz Ahmad Zarkasih kepada Republika.

Menurut dia, ziarah kubur jelang Ramadan ada tuntunannya dari Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis yang masyhur sekali, Rasulullah bersabda, “Dahulu aku pernah melarang kalian berziarah kubur, tapi saat ini berziarahlah kalian karena itu mengingatkan kalian kepada kematian (HR Muslim).

Karena itu, menurut Ustaz Ahmad Zarkasih, ziarah kubur pada hakikatnya untuk mengingatkan kita semua yang hidup akan kematian. Juga mengingatkan bahwa jangan angkuh dan sombong atas apa yang dimiliki atau dikuasai di dunia.

Hal yang paling penting, kata dia, dalam hadis tersebut Rasulullah mengingatkan kita semua bahwa ziarah kubur itu tidak dibatasi oleh waktu-waktu tertentu. Jadi, kapan pun jika ada waktu dan kesempatan ziarahlah untuk mengingat mati.

Rasulullah juga tidak melarang dan menganjurkan ziarah kubur menjelang Ramadan, seusai Idul Fitri, atau waktu-waktu tertentu. Nabi hanya memerintahkan ziarah kubur kepada umatnya untuk mengingat mati. "Maka kapan pun kita ziarah kubur, pagi, siang, sore, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat itu sah-sah saja. Kalau orang memilih ziarah kubur menjelang Ramadan, mengapa disalahkan?" katanya.

AYO BACA : Ini Aplikasi untuk Membuat Ucapan Selamat Idul Fitri: Gratis, Mudah Di-download, dan Banyak Template

“Ibadah yang tidak ada batas waktu, jangan dibatas-batasi. Jangan membatasi ibadah dengan waktu tertentu padahal syariatnya tidak pernah membatasi,” kata dia.

Terkait pendapat sebagian Muslim yang melarang mengkhususkan ibadah pada waktu dan hari tertentu, Ustaz Ahmad Zarkasih mengatakan, “Kata siapa ibadah di waktu tertentu dilarang? Boleh mengkhususkan ibadah tertentu pada waktu tertentu, hari tertentu, pada jam tertentu, tidak ada masalah.”

Hal itu ada dalilnya dalam hadis riwayat Imam Muslim. "Dari Ibnu Umar RA, Nabi SAW setiap Sabtu mendatangi Masjid Quba, kadang berjalan kaki, kadang juga naik kendaraan. Lalu sesampainya di sana, beliau shalat."

"Jadi, Nabi Muhammad rutin ziarah setiap Sabtu ke Masjid Quba," katanya.

Kemudian, Ustaz Ahmad Zarkasih melanjutkan, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari menjelaskan tentang hadis tersebut. Menurut Ibnu Hajar, dengan segala jalur periwayatannya, ada kebolehan untuk mengkhususkan waktu tertentu dengan ibadah tertentu dan tingkatannya. "Hadis ini memberikan informasi dan pesan bahwa bolehnya kita mengkhususkan satu waktu tertentu untuk melakukan ibadah tertentu," katanya.

Misalnya, kita rutin membaca Alquran bakda Maghrib, atau bakda shalat Isya, atau Subuh. Hal itu boleh-boleh saja. Begitu juga dengan ziarah kubur, kapan pun bisa, tidak ada larangan. “Yang dilarang, yaitu yang sama sekali tidak membuat amalan,” ujar dia.

Sementara itu, Ustaz Isnan Ansory Lc MAg mengatakan, ziarah kubur jelang Ramadan termasuk bid'ah atau lebih spesifiknya bid'ah idhafiyah. Hukumnya secara fikih adalah boleh jika memenuhi tiga syarat.

Syarat pertama, tidak ada unsurs pelanggaran syariah. Kedua, tidak meyakini adanya fadhilah khusus pada penetapan waktunya. Ketiga, tidak menganggap wajib penetapan waktu ziarah, yang seakan diyakini harus sebelum Ramadan.

Doa Ziarah Kubur

AYO BACA : Download Gratis Takbiran Uje MP3 untuk Lebaran Idul Fitri 2021

Berikut ini ucapan salam Rasulullah SAW ketika berziarah kubur dan doa ziarah kubur:

Ucapan salam Rasulullah SAW ketika berziarah kubur

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَإِنَّا إِِنْ شَاءَاللَّهُ بِكُمْ لَا 

حِقُوْ نَ، نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَاوَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

"Assalamu'alaikum ahlad-diyaar minal mu'miniina wal muslimiin. Wa inna insyaa alloohu bikum laahiquun. Nasalullooha lanaa walakumul 'aafiyah."

"Semoga kesejahteraan terlimpah kepada kalian, para penghuni kubur, dari kaum Mukminin dan muslimin, dan sesungguhnya kami Insya Allah akan menyusul kalian. Kami memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian". (HR Ibnu Majah).

Di hadits lainnya diceritakan Rasulullah SAW mendoakan orang yang telah meninggal dunia di Baqi. Baqi adalah pemakaman utama yang terletak di Madinah, Arab Saudi. 

كانَ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليْهِ وسلَّمَ كلَّما كانت ليلتُها من رسولِ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليْهِ وسلَّمَ يَخرُجُ في آخرِ اللَّيلِ إلى البقيعِ فيقولُ السَّلامُ عليْكم دارَ قومٍ مؤمِنينَ وإنَّا وَإيَّاكم متواعِدونَ غدًا أو مواكِلونَ وإنَّا إن شاءَ اللَّهُ بِكم لاحقونَ اللَّهمَّ اغفِر لأَهلِ بقيعِ الغرقَدِ

Aisyah berkata bahwa pada malam gilirannya bersama Rasulullah SAW, di akhir malam Rasulullah SAW keluar ke Baqi dan mengucapkan, "Semoga keselamatan atas kalian wahai para penghuni (kuburan) dari kaum Mukminin. Apa yang dijanjikan Allah kepada kalian niscaya akan kalian dapati esok (pada hari kiamat), dan kami Insya Allah akan menyusul kalian. Ya Allah ampunilah penduduk Baqi yang mati tenggelam." (HR Muslim).

Itulah hukum ziarah kubur dan doa ziarah kubur dalam Islam.

AYO BACA : 21 Link Download Twibbon, Bingkai Foto Ucapan Idul Fitri 2021 Biar Kece

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar