24 Kota / Kabupaten di Jatim Zona Oranye, Ini 5 Cara Mencegah Covid-19 yang Keliru

  Jumat, 14 Mei 2021   M. Naufal Hafizh
[Ilustrasi] Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM – Sebanyak 24 kota / kabupaten di Jatim masuk zona oranye Covid-19, salah satunya adalah Kota Surabaya. Karena itu, baiknya mengenali lagi 5 cara mencegah covid-19 yang keliru.

Mengutip data Covid19.go.id, yang diakses Jumat, 14 Mei 2021, berikut ini daftar 24 wilayah di Jatim yang masuk zona oranye, atau zona risiko sedang penularan Covid-19:

  1. Kota Probolinggo
  2. Jombang
  3. Madiun
  4. Ponorogo
  5. Tulungagung
  6. Banyuwangi
  7. Magetan
  8. Ngawi
  9. Gresik
  10. Kota Kediri
  11. Kota Malang
  12. Bojonegoro
  13. Kota Surabaya
  14. Nganjuk
  15. Pacitan
  16. Kediri
  17. Kota Mojokerto
  18. Kota Madiun
  19. Kota Batu
  20. Mojokerto
  21. Kota Blitar
  22. Trenggalek
  23. Blitar
  24. Malang

Sementara itu, 14 wilayah lain di Jawa Timur masuk zona kuning atau risiko rendah penyebaran Covid-19. Berikut daftarnya:

  1. Sampang
  2. Pamekasan
  3. Bondowoso
  4. Pasuruan
  5. Bangkalan
  6. Sumenep
  7. Lumajang
  8. Situbondo
  9. Probolinggo
  10. Tuban
  11. Lamongan
  12. Jember
  13. Sidoarjo
  14. Kota Pasuruan

Virus corona varian baru B.117 terdeteksi di Jatim

Virus corona varian baru B.117 terdeteksi di Jatim. Penularannya 36% sampai 75% lebih cepat dari Covid-19.

Selain di Jatim, virus itu sudah terdeteksi di sejumlah daerah di Indonesia.

Adapun varian jenis baru virus corona yang sudah masuk ke Indonesia yakni B117, B1351, dan B1617.

Jubir vaksinasi Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan, di beberapa negara saat ini sedang terjadi lonjakan kasus COVID-19.

Faktor Kasus Covid-19 Meningkat Jelang Lebaran 2021

Beberapa faktor yang menjadi penyebab peningkatan kasus di negara-negara tersebut adalah mobilitas pergerakan masyarakat adanya varian baru virus COVID-19 yaitu B.117 asal Inggris, kemudian B.1351 asal Afrika Selatan dan varian mutasi ganda dari India B. 1617.

AYO BACA : Cara Mencegah Diabetes tanpa Obat saat Puasa, Hindari Makanan Ini saat Buka Puasa

“Varian yang digolongkan dengan Varian of Concern atau VoC yang diwaspadai itu ada tiga jenis yaitu B.117, B.1351, dan varian B1617. Varian B.117 ini diketahui memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi sekitar 36 sampai 75% dibandingkan dengan jenis virus yang beredar sebelumnya,” katanya, dikutip dari Kemenkes.

Varian B.117 Paling Banyak Ditemukan

Varian B.117 saat ini merupakan varian yang paling banyak dilaporkan oleh orang dari berbagai negara. WHO mencatat berbagai peningkatan kasus sampai 49% varian B.117 yang bersirkulasi di Asia Tenggara.

corona-b117-b1351-b1617-di-Indonesia

Terkait mutasi atau varian baru di Indonesia, lanjut Nadia, masih terus diteliti dan melakukan pengujian pada 786 laboratorium. Laboratorium-laboratorium ini juga yang memeriksa COVID-19.

Sebaran kasus varian baru corona B. 1617 ada di:

  1. Kepulauan Riau 1 kasus
  2. DKI Jakarta 1 kasus

Sebaran kasus varian baru corona B.117 ada di:

  1. Sumatera Utara 2 kasus
  2. Sumatera Selatan 1 kasus
  3. Banten 1 kasus
  4. Jawa Barat 5 kasus
  5. Jawa Timur 1 kasus
  6. Bali 1 kasus
  7. Kalimantan Timur 1 kasus.

Sebaran kasus varian baru corona B. 1351 ada di:

  1. Bali 1 kasus.

“Jadi dengan surveilans kita mewaspadai penambahan kasus B. 117 dan B.1351, serta B. 1617 yang sudah masuk ke Indonesia. Hasil akhir ini sudah kita dapatkan dari hasil pemeriksaan per tanggal 30 April,” ucap Nadia.

Untuk mencegah penularan lebih meluas, Nadia mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas. Situasi yang ada di Indonesia mengharuskan masyarakat untuk mematuhi betul apa yang sudah dianjurkan atau dilarang oleh pemerintah.

“Tidak ada yang menjamin bahwa dengan membawa hasil pemeriksaan laboratorium yang negatif selama dalam perjalanan ataupun selama dalam proses kita menuju kampung halaman misalnya, kita tidak terpapar COVID-19,” tutur Nadia.

Cara Mencegah Covid-19 yang Keliru

Mengutip Ayobandung.com ada 5 cara mencegah virus corona Covid-19 yang keliru:

1. Vitamin C bisa melindungi diri dari virus

AYO BACA : COVID-19 KLASTER KELUARGA: Begini Cara Mencegahnya Agar Tidak Meluas

Belum ada bukti kuat bahwa vitamin C bisa membantu melawan virus corona Covid-19.

Vitamin yang diperoleh dari sayuran hijau, buah-buahan, dan suplemen hanya membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar tidak mudah sakit.

2. Minum air setiap 15 menit

Dokter William Schaffner, seorang ahli penyakit menular di Vanderbilt University mengatakan, orang sakit maupun sehat memang harus menjaga asupan cairan tubuh dan menjaga selaput lendirnya tetap lembab. Tetapi, cara ini bukan berarti melindungi kita dari virus corona Covid-19.

3. Mencukur rambut wajah

Beredar informasi bahwa pria disarankan mencukur jenggotnya untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19. Jenggot yang terlalu lebat bisa mengganggu masker tidak menutup bagian wajah dengan efektif.

Faktanya, mencukur jenggot dan rambut tidak serta-merta membantu Anda terhindar dari virus corona Covid-19. Cara ini disarankan supaya masker bisa bekerja efektif dalam menutup sebagian wajah.

4. Pakai obat kumur

Pemakaian obat kumur secara rutin juga tidak mencegah penularan virus corona Covid-19. WHO mengatakan, tidak ada bukti ilmiah bahwa penggunaan obat kumur bisa melindungi diri dari infeksi virus corona Covid-19.

"Beberapa obat kumur memang membunuh mikroba tertentu dalam air liur. Namun, ini bukan berarti obat kumur melindungi kita dari virus corona Covid-19," kata WHO.

5. Makan bawang putih

Konsumsi bawang putih memang bisa mengatasi flu, tetapi bukan berarti tindakan ini bisa mencegah penularan virus corona Covid-19.

Menurut WHO, bawang putih adalah makanan sehat yang memiliki beberapa sifat antimikroba. Namun, tidak ada bukti bahwa bawang putih bisa mencegah penularan virus corona Covid-19.

Itulah data terbaru sebaran Covid-19 di Jatim dan cara mencegah corona Covid-19 yang keliru.

AYO BACA : 8 Cara Mencegah Covid-19 Jika Sangat Terpaksa Keluar Rumah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar