Irama Jantung Berubah Bisa Jadi Tanda Bahaya Serangan Jantung

  Sabtu, 15 Mei 2021   M. Naufal Hafizh
Irama Jantung Berubah Bisa Jadi Tanda Bahaya Serangan Jantung. (Pixabay)

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM – Anda sering merasakan irama jantung berubah? Lebih baik bahaya karena hal itu bisa jadi tanda bahaya serangan jantung yang berbahaya dan berpotensi kematian.

Dilansir dari Express, Roby Rakhit, Konsultan Kardiologis di The Wellington Hospital bagian dari HCA Healthcare UK menyatakan, penting untuk memahami hubungan antara detak jantung dan risiko serangan jantung.

"Menghitung detak jantung Anda dengan jumlah detak jantung per menit. Denyut jantung normal rata-rata untuk orang dewasa adalah antara 60 hingga 100 denyut per menit (bpm). Tetapi, beberapa atlet terlatih dan profesional olahraga dapat memiliki denyut jantung serendah 40 bpm," kata Rakhit.

Menurut Dr Rakhit, perubahan dramatis dalam irama jantung baik kenaikan atau penurunan bisa menjadi tanda serangan jantung.

"Paling umum, serangan jantung akan menyebabkan peningkatan denyut jantung dan ini karena denyut jantung yang lebih tinggi adalah respons jantung terhadap cedera jaringan dan penurunan fungsi," katanya.

"Namun, meskipun jarang, kadang-kadang serangan jantung dapat menyebabkan penurunan detak jantung yang berbahaya karena masalah dengan sistem elektrik jantung. Dalam kasus ini, itu dapat menyebabkan penurunan tekanan darah," ujarnya.

Menurut dokter Rakhit, secara umum jantung merespons kerusakan, cedera, dan rasa sakit yang disebabkan oleh serangan jantung dengan meningkatkan denyut jantung.

"Serangan jantung yang menyebabkan denyut jantung mencapai atau melebihi sekitar 150 bpm dapat menyiratkan bentuk gangguan irama jantung membahayakan jiwa (takikardia ventrikel) yang timbul dari bilik bawah otot jantung," katanya, demikian dikutip Himedik.

Dokter Rakhit menjelaskan kondisi ini mungkin merupakan indikasi serangan jantung yang melibatkan bagian bawah dan belakang jantung. Hal tersebut kadang-kadang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang berbahaya.

"Penting untuk memperhatikan adanya perubahan dan segeralah berkonsultasi medis Anda merasa irama jantung Anda tidak normal," ujar Rakhit.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar