Selama Idul Fitri 1442 H, Jumlah Kendaraan yang Masuk Surabaya Menurun

  Minggu, 16 Mei 2021   Praditya Fauzi Rahman
Gerbang Tol Kejapanan. (Galeri Kretek)

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM -- Total kendaraan yang masuk ke Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) dari arah Selatan dan Barat pada H1 sampai H2 Idul Fitri 1 Syawal 1442 H melalui pintu masuk Gerbang Tol (GT) Kejapanan dan Warugunung turun. Penurunan mencapai 60% dibanding lalu lintas tol pada umumnya.

Hal itu disampaikan Marketing and Communication Department Head Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division, Corry Annelia Poundti dalam keterangan tertulis yang diperoleh AyoSurabaya.com. Dalam keterangannya, pada Lebaran H1 dan H2, jumlah kendaraan yang masuk melalui 2 GT itu mencapai 30.048 kendaraan. Namun, pada lalu lintas normal, sekitar 74.536 kendaraan.

AYO BACA : Contoh Surat Lamaran CPNS 2021, Harus Ditulis Tangan

"Angka tersebut adalah jumlah kendaraan yang melakukan transaksi di GT Kejapanan dan GT Warugunung, turun bila dibanding lalu lintas  biasanya (normal)," ujar Corry.

Menurutnya, penurunan angka itu disebabkan adanya kebijakan pemerintah dalam peniadaan atau larangan mudik Idul Fitri 1442 H sedari tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Pada distribusi lalu lintas untuk kedua arah mencapai 58% dari arah Selatan dan 42% dari arah Barat.

AYO BACA : Ukuran Dokumen dan Tipe File yang Perlu Dipersiapkan untuk Pendaftaran CPNS 2021

Corry menyebutkan, kendaraan dari arah selatan yang masuk ke Surabaya melalui GT Kejapanan mencapai 17.537 kendaraan atau turun 61% dibanding lalu lintas normal. Lalu, kendaraan dari arah barat yang masuk ke Surabaya melalui GT Warugunung adalah 12.511 kendaraan atau turun 58% dari lalu lintas normal.

Meski begitu, pihak Corry mengimbau supaya pengendara bisa mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol. Mulai dari memastikan kendaraan dan tubuh pengendara dalam keadaan fit, menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, dan melengkapi beragam dokumen penyerta sesuai ketentuan atau anjuran dari pemerintah.

"Melengkapi dokumen persyaratan, antara lain hasil negatif tes RT-PCR maksimal 3x24 jam atau hasil negatif tes Rapid Antigen maks 2x24 jam atau hasil negatif Genose C19 sebelum keberangkatan dan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM)," tutupnya.
 

AYO BACA : [Cek Fakta] Cara Mendeteksi Terpapar Virus Corona dengan Tahan Napas 10 Detik

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar