Pemkot Surabaya Siapkan Sanksi bagi ASN yang Bolos Hari Pertama Lebaran 1442H

  Senin, 17 Mei 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi ASN. (ayosurabaya)

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM -- Sanksi tengah menanti para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bolos pada hari pertama kerja usai libur lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah. Bahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hendak memberikan sanksi kepada ASN yang 'bandel' tak masuk kerja tetap waktu atau bolos usai libur lebaran.

Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menjelaskan, pihaknya masih menanti hasil rekap dari masing-masing Organisasi perangkat Daerah (OPD) jajarannya perihal para ASN yang bolos pada hari pertama masuk kerja kali ini. Apabila telah dilakukan rekapitulasi dan ditemukan pegawai yang tak masuk tanpa keterangan, otomatis sanksi yang berlaku akan dikenakan.

"Nanti akan di rekap oleh BKD sama inspektorat, akan di rekap (laporan) dari masing-masing OPD," ujar Febri, Senin (17/5/2021).

AYO BACA : Cetak Gol di Injury Time, Penjaga Gawang Liverpool Jadi Pahlawan

Febri mengatakan, kala itu pihaknya telah mensosialisasikan perihal tersebut. Sedari Selasa (11/5/2021) lalu, telah dikroscek masing-masing OPD jajaran Pemkot Surabaya.

Untuk menyiasati agar tak ngeyel mudik selama libur lebaran, Febri menyatakan sudah dipetakan waktu piket dan masing-masing tupoksi (tugas, pokok, dan fungsi) ASN. Pun dengan bepergian ke luar kota.

"Sebenarnya, ketika liburan kemarin, ada jadwal piketnya," tuturnya.

AYO BACA : Dua Calon Pelatih Real Madrid, Seandainya Zinedine Zidane Hengkang

Terkait sanksi, Febri mengungkapkan bila sanksi yang dikenakan akan disesuaikan dengan bentuk pelanggaran yang dilakukan setiap ASN. Apabila keterangan bisa diterima secara rasional, mantan punggawa RRI Surabaya mengaku mungkin ada sanksi tertulis. 

Menurutnya, sanksi tertulis bagi ASN tersebut sudah cukup berat. Mengingat, bisa berpengaruh pada karir atau kepangkatan yang bersangkutan. 

"Sanksinya macam-macam, ibarat pelanggarannya. Karena, memang disengaja. Seperti pergi luar kota, tentunya (sanksi berat)," ujarnya

Hingga kini, Febri mengaku Pemkot Surabaya masih melakukan rekapitulasi ASN yang bolos. Rekapitulasi dilakukan mulai dari tingkat kelurahan sampai tingkat OPD tertinggi sekalipun.

AYO BACA : TNI AU Buka Pendaftaran untuk Posisi Tamtama Prajurit Karir, Syarat Minimal Lulusan SMP

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar