Contoh Soal dan Jawaban Tes Karakteristik Pribadi CPNS 2021 Aspek Kejujuran

  Senin, 17 Mei 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi Tes CPNS . (Humas Setda Kota Bandung)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Pemerintah memastikan akan membuka pendaftaran CPNS 2021.

Deputi Bidang SDM dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Teguh Widjinarko mengatakan bahwa pendaftaran CPNS tahun ini akan digelar pada bulan Mei-Juni 2021.

Merujuk pada tata cara tahapan seleksi CPNS sebelumnya, maka tes bagi CPNS akan melalui enam tahapan salah satunya adalah Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). 

Tes SKD dilakukan dengan cara Computer Assisted Test (CAT) dimana didalamnya terdapat tiga matari tes yaitu : 

  1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
  2. Tes Intelgensia Umum (TIU)
  3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)

CPNS yang lolos adalah mereka yang mendapatkan total nilai tertinggi dan nilai di atas ambang batas untuk setiap materi tes

Tes Karakteristik Pribadi (TKP) Aspek Kejujuran 

Dalam Tes Karakteristik Pribadi (TKP) terdapat Aspek Kejujuran yang harus dijawab peserta CPNS. Dikutip dari data datadikdasmen, tes ini ditujukan untuk mengukur tingkat kejujuran yang bisa diindikasikan dari ketulusan hati dalam perbuatan, selalu berkata yang benar, dan tidak melakukan kecurangan.

Berikut adalah beberapa contoh soal dan jawaban dari Tes Karakteristik Pribadi (TKP) Aspek Kejujuran 

Contoh soal 1

Hampir setiap hari, sebagian besar rekan kerja di kantor pulang lebih awal dari jam kerja yang seharusnya. Melihat hal tersebut, tindakan saya adalah ...

AYO BACA : Lebaran Telah Usai, Kartu Prakerja Gelombang 17 Dibuka Minggu Ini ?

A. Saya melakukannya demi masih dianggap pertemanannya.
B. Sudah menjadi hal yang biasa karena terjadi hampir setiap hari dan banyak yang melakukannya, sehingga mestinya bisa dimaklumi.
C. Banyak yang melakukannya sehingga tidak apa-apa jika Saya juga melakukannya.
D. Saya akan tetap mengikuti aturan yang berlaku sehingga pulang sesuai jam kerja.
E. Saya tidak akan melakukannya agar dinilai sebagai pegawai yang paling rajin oleh atasan.

Jawaban : D 

Pembahasan: 
Hampir setiap hari, sebagian besar rekan kerja di kantor pulang lebih awal dari jam kerja yang seharusnya. Melihat hal tersebut, tindakan saya adalah ...
A. Saya melakukannya demi masih dianggap pertemanannya. 
Skor 3:
Terkadang berawal dari solidaritas pertemanan, Anda bisa menyelami atas dasar apa rekan-rekan kerja melakukan hal itu. Barulah ambil cara agar bisa menyadarkan rekan-rekan agar meninggalkan hal yang tidak baik itu. Namun, bukan berarti tindakan ini tanpa risiko jika Anda tidak mampu mengendalikan diri, karena Anda bisa terjerumus.

B. Sudah menjadi hal yang biasa karena terjadi hampir setiap hari dan banyak yang melakukannya sehingga mestinya bisa dimaklumi. 
Skor 1:
Menganggap hal yang tidak baik menjadi suatu hal yang sudah wajar, semakin lama akan membuat Anda juga akan terdorong melakukannya.

C. Banyak yang melakukannya sehingga tidak apa-apa jika Saya juga melakukannya. 
Skor 2:
Banyak yang melakukan terkadang bukan menjadi alasan yang baik kita mengikuti tindakan mayoritas tersebut. Mestinya setiap tindakan tetap dipertimbangkan baik dan buruknya, bukan dari banyak atau sedikit pelakunya.

D. Saya akan tetap mengikuti aturan yang berlaku sehingga pulang sesuai jam kerja. 
Skor 5:
Pegawai yang baik akan selalu menjalankan aturan yang berlaku di tempatnya bekerja.

E. Saya tidak akan melakukannya agar dinilai sebagai pegawai yang paling rajin oleh atasan. 
Skor 4:
Menjadi pegawai yang baik memang suatu keharusan, namun hindari mengharapkan pamrih.

Contoh soal 2

Suatu hari pada saat penerimaan CPNS, Saya dihubungi oleh seorang oknum yang mengaku salah satu panitia seleksi penerimaan CPNS. Dalam pembicaraan, tampaknya orang tersebut menawarkan bantuan agar bisa diterima menjadi PNS dengan cara memberikan sejumlah dana yang ditetapkan. Sikap Saya adalah ...

AYO BACA : TNI AU Buka Pendaftaran untuk Posisi Tamtama Prajurit Karir, Syarat Minimal Lulusan SMP

A. Tanpa ragu, Saya menolaknya karena ingin diterima sebagai PNS dengan cara yang sah, dan resmi.
B. Dihubungi oleh panitia seleksi penerimaan CPNS adalah momentum yang langka, maka Saya akan menerima tawaran tersebut. Apalagi persaingan tes CPNS terkenal sangat ketat.
C. Mempertimbangkan terlebih dahulu, jika ada waktu akan Saya komunikasikan dengan keluarga siapa tahu ada keluarga yang mau membantu mengenai dana tersebut.
D. Pada tes CPNS yang Saya ikuti ini sebisa mungkin Saya lakukan dengan cara resmi terlebih dahulu.
E. Segera meminta pertimbangan keluarga atau orang yang berpengalaman dalam hal tes CPNS.

Jawaban : A 

Pembahasan: 
Suatu hari pada saat penerimaan CPNS, Saya dihubungi oleh seorang oknum yang mengaku salah satu panitia seleksi penerimaan CPNS. Dalam pembicaraan, tampaknya orang terse but menawarkan bantuan agar bisa diterima menjadi PNS dengan cara memberikan sejumlah dana yang ditetapkan. Sikap Saya adalah ...
A. Tanpa ragu, Saya menolaknya karena ingin diterima sebagai PNS dengan cara yang sah dan resmi. 
Skor 5:
Menunjukkan Anda adalah pribadi yang memiliki prinsip.

B. Dihubungi oleh panitia seleksi penerimaan CPNS adalah momentum yang langka, maka Saya akan menerima tawaran tersebut. Apalagi persaingan tes CPNS terkenal sangat ketat. 
Skor 1:
Panitia seleksi yang baik tentunya harus mengikuti aturan yang ada, yaitu tidak ada hubungan dengan peserta tes. Hubungan yang terjadi selama proses seleksi apalagi mengarah pada tindakan yang tidak baik maka bisa dipastikan itu hanya penipuan. Anda semestinya bisa berpikir karena pola ini sudah banyak terjadi dan mengantisipasi hal-hal yang demikian meskipun tidak harus mengalami sendiri.

C. Mempertimbangkan terlebih dahulu, jika ada waktu akan Saya komunikasikan dengan keluarga siapa tahu ada keluarga yang mau membantu mengenai dana tersebut. 
Skor 2:
Berpikir sebelum bertindak sangat dianjurkan dalam hal ini. Pikirkan juga risiko dari tindakan yang akan Anda ambil, misalnya ada unsur penipuan dari orang yang menghubungi Anda, lilitan hutang karena bantuan dana, atau hidup menjadi tidak tenang.

D. Pada tes CPNS yang Saya ikuti ini sebisa mungkin Saya lakukan dengan cara resmi terlebih dahulu. 
Skor 4:
Jika hal ini adalah tindakan yang baru bisa Anda lakukan saat ini, tidak masalah. Ke depannya pikirkan lagi, jangan sampai niat yang tidak baik mengotori usaha Anda.

E. Segera meminta pertimbangan keluarga atau orang yang berpengalaman dalam hal tes CPNS. 
Skor 3:
Apabila tidak bisa memikirkan penyelesaian suatu masalah secara sendiri maka ada baiknya meminta pertimbangan dari orang lain yang dipercaya, tentunya memiliki keahlian di bidang yang Anda tanyakan.

 

 

AYO BACA : Bunga Tabebuya Bermekaran di Setiap Sudut Kota Pahlawan, Pertanda Musim Kemarau Datang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar