Nihil Kasus Covid-19 di Titik Penyekatan, Gubernur Khofifah: Orang Madura Itu Sakti

  Senin, 17 Mei 2021   Andres Fatubun
Jembatan Suramadu. (farisshidqi dari Pixabay)

BANGKALAN, AYOSURABAYA.COM -- Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan kerja di kantor Dishub Jatim dan Disnakertrans Jatim, Senin (17/5/2021).

Dalam pertemuan di Kantor Dishub Jatim, Kadishub Nyono dan Kadinkes Herlin Ferliana memberi pemaparan masing-masing situasi kondisi selama pemberlakuan screening Covid-19 di Poskes selama liburan Hari Raya Idul Fitri 1442 H (6-17 Mei 2021).

“Lapor Ibu (Gubernur Khofifah, red) hanya ada 38 orang yang positif rapid antigen saat dilakukan screening di beberapa titik penyekatan mulai 6-17 Mei 2021,” kata Herlin memberikan pemaparannya.

Herlin pun merinci yang 38 orang positif rapid antigen itu didapat dari Poskes di Kota Kediri 9 orang, Tuban 7, Ngawi 6, Kab Malang 4 dan Kab Pasuruan 4.

Kemudian, Lamongan, Ponorogo, Kabupaten Kediri, Gresik, Magetan, Kabupaten Madiun, Sidoarjo, Bondowoso masing-masing 1 orang. “Untuk pos penyekatan di Suramadu nihil yang positif rapid antigen Bu,” ujar Herlin.

Kepala UPT Dishub Jatim di Bangkalan, Wahab melalui virtual juga mengatakan tidak adanya orang Madura yang diperiksa dan nihil positif rapid antigen.

Gubernur Khofifah menanggapi nihilnya atau tidak ada orang Madura yang positif rapid antigen saat masuk Surabaya melalui Jembatan Suramadu. “Orang Madura itu sakti-sakti,” katanya setengah bercanda. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar