Ada Ratusan THR 2021 Bermasalah di Jatim selama Ramadan dan Syawal

  Senin, 17 Mei 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi THR 2021. (Pixabay)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Ada ratusan THR 2021 bermasalah di Jatim selama Ramadan dan Syawal.

Perkara THR 2021 bermasalah itu, terkait kepatuhan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan kepada pekerja, telah dilaporkan sejumlah pihak kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur (Disnakertrans Jatim).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, ada 324 perkara yang sedang ditangani Disnakertrans Jatim. Menurutnya, ratusan perkara yang diterima itu beragam, ada yang hanya konsultasi, hingga pengaduan. Untuk laporan, telah dilakukan sejumlah pekerja melalui 55 desk yang disediakan.

"Apakah dengan yang mengadukan, apakah dengan Dewan Pengupahan, atau dari pengusahanya, besok akan dimulai jikalau ada hal-hal yang harus dikomunikasikan," kata Khofifah, Senin (17/5/2021).

Terkait pemberian THR, Khofifah menegaskan berjalan dengan kondusif dan cukup baik. Dia berterima kasih kepada seluruh serikat pekerja atau buruh yang sudah membangun komunikasi dengan baik.

"Terima kasih dengan para pengusaha yang sudah berupaya (melakukan pembayaran THR kepada karyawan)," ujarnya.

Khofifah menjelaskan, sudah ada proses mencicil dari pengusaha senilai 1,64%. Namun, alasannya supaya tidak mudik. Maka dari itu, hal serupa akan dikomunikasikan lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Jatim Himawan Estu Bagijo mengungkapkan, sejak 28 April hingga 12 Mei 2021 pihaknya sudah meladeni 141 pengaduan dan 183 konsultasi. Total, ada 324 layanan yang dilakukan Disnakertrans Jatim.

"Dari itu (pengaduan dan konsultasi) semua, banyak ditanyakan adalah soal cara pembayaran THR dan cara menghitung THR," katanya.

Selain itu, ada konsultasi tentang THR terhadap para pekerja outsourcing atau kemitraan. Dari jumlah tersebut, Himawan menilai yang menimbulkan permasalahan yakni besaran THR yang dianggap tak sesuai.

Menurutnya, perusahaan yang mencicil THR sebanyak 1,64 % dari jumlah pengadu, sekitar 141 masalah. Dari total tersebut, yang masih belum melunasi THR lantaran belum mendapat kesepakatan mencapai 54 perusahaan.

"Ada yang dibayar separuh, ada yang itu. Mestinya, kan 1 kali gaji, itu gak mampu 1 kali gaji," tuturnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar