Daftar Tersangka Kisruh di Kawasan Buntaran Surabaya

  Senin, 17 Mei 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi Pengeroyokan. (Pixabay)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Satreskrim Polrestabes Surabaya melanjutkan proses penyelidikan terkait kasus tawuran antara oknum pesilat dengan petugas keamanan ruko di kawasan Buntaran, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya.

Saat ini sudah ada belasan orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Hal itu pun dibenarkan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian. Dia menyebutkan, ada 7 orang yang terlibat dari kedua kubu dalam insiden itu. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka dengan 3 kasus berbeda.

Berikut inisial para tersangka yang diperoleh AyoSurabaya.com:

1. MNA alias Ceng (28), warga Bojonegoro, ditetapkan sebagai tersangka pengerusakan,

2. MM(38), warga Jalan Sawahpulo SR, membawa senjata tajam (sajam),

3. S (50), warga Bangkalan, membawa  sajam,

4. MNN (63), warga Grogol Kauman, membawa sajam,

5. A(19), warga Grogol Kauman, membawa sajam,

6. K, penjaga ruko di Jalan Buntaran, tersangka pembacokan terhadap korban berinisial J dan D,

7. MW (20), warga Grogol Kauman, membawa sajam,

8. MAP (17), warga Tanjungsari, ditetapkan sebagai tersangka pengerusakan,

9. AR, (17), warga Tanjungsari, ditetapkan sebagai tersangka pengerusakan,

10. JI (19), tinggal di Jalan Karangpoh, ditangkap karena pengeroyokan terhadap K,

11. AK alias Cipok (19), warga Bojonegoro, ditangkap karena pengeroyokan terhadap K,

12. KT, (23), warga Buntaran, ditangkap karena pengeroyokan terhadap K.

"Kami berkomitmen untuk mengusut tuntas semua kasus pidana yang terjadi pada bentrok tersebut, kami tidak tebang pilih," ujar Oki, Senin (17/5/2021).

Oki menjelaskan, untuk para saksi yang status hukumnya menjadi tersangka karena terbukti membawa sajam pun diproses. Untuk pisau penghabisan yang dibawa saat kejadian, telah disita sebagai barang bukti.

Oki menuturkan, dari hasil pemeriksaan diketahui sebelum K menganiaya dan membacok kedua korban, yakni J dan D, terlebih dulu dikeroyok rekan korban. Alasannya tak terima diusir oleh rekan K, yakni M saat sedang pesta minuman keras (miras) di ruko.

Lalu, mereka mencari M ke seluruh sudut ruko dan tak ditemukan. Lantas, K menjadi sasaran M yang sedang dirundung amarah.

"K mengambil sajam dan menyabetkan ke J dan D," tuturnya.

Mengetahui K dikeroyok, 5 rekannya menghampiri sembari membawa sajam berjenis pisau penghabisan. Lantaran kalah jumlah, kelimanya urung bertikai dan lebih memilih bersembunyi di ruko. Beberapa saat kemudian, polisi yang mengetahui adanya kejadian itu dari laporan masyarakat langsung mengamankan seluruhnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar