ATURAN BARU Pengetatan Penyekatan 13 Titik di Kota Surabaya

  Selasa, 18 Mei 2021   Praditya Fauzi Rahman
ATURAN BARU Pengetatan Penyekatan 13 Titik di Kota Surabaya. (Ayobandung.com)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Selama kurun waktu 6 hingga 17 Mei 2021, angka lonjakan kendaran terjadi saat H-1 Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah. Selama itu pula, Polrestabes Surabaya menyekat sejumlah kendaraan di 13 titik di kota pahlawan.

Kapolrestabes Surabaya Kombes PolĀ  Jhonny Eddizon Isir menegaskan, pihaknya telah melakukan rapid test antigen sejak 6 hari yang lalu secara random. Tes tersebut ditujukan kepada plat di luar L (Surabaya) dan W (Sidoarjo dan Gresik). Hasilnya, seluruh pengendara dinyatakan nonreaktif.

"Jadi, di pengetatan yang bisa melintas wilayah aglomerasi, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto," kata Isir, Selasa (18/5/2021).

Isir mengatakan, aturan pengetatan perjalanan mulai diberlakukan sedari Selasa (18/5/2021) ini hingga Senin (24/5/2021) mendatang sesuai Addendum Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 yang ditandatangani Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo.

Untuk pengendara motor atau mobil pribadi, wajib melakukan tes Covid-19 berupa GeNose, tes antigen, atau PCR dalam durasi 1x24 jam sebelum keberangkatannya. Untuk pelaku perjalanan kereta api antarkota ,wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes rapid tes antigen atau RT-PCR dengan durasi maksimal 1x24jam.

Sedangkan, bagi anak dengan usia di bawah 5 tahun, tak diharuskan melakukan tes baik GeNose atau RT-PCR sebagai syarat perjalanan. Bagi pelaku perjalanan udara dan laut juga serupa, yakni wajib menunjukkan surat keterangan hasil tes negatif GeNose, tes antigen, hingga PCR dalam waktu 1x24 jam.

"Yang dari luar kota masuk ke Surabaya, ditandai dengan stiker untuk memudahkan petugas di lapangan. Baik roda 2, 4, dan 6," tuturnya

Dalam Addendum SE Satgas 13 tahun 2021 poin ke-14, kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik yang dimaksud adalah:

- ibu hamil yang didampingi seorang orang anggota keluarga,

- kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 orang,

- kepentingan non mudik tertentu lainnya,

- perjalanan dinas atau bekerja,

- kunjungan keluarga sakit,

- kunjungan duka anggota keluarga meninggal,

Masyarakat yang berencana bepergian dengan kondisi tersebut, diimbau meminta surat keterangan dari desa terlebih dulu. Meski begitu, addendum SE tersebut akan ditinjau lebih lanjut sesuai situasi terakhir atau kebutuhan dan perkembangan di lapangan.

"(Tanggal) 18 sampai 24 Mei pengetatan, artinya yang dicek personel itu surat-surat keterangan rapid tes atau PCR, kapan dilakukan, masih valid atau tidak. Kalau belum melengkapi, kami siapkan di tempat untuk rapid antigen," tuturnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar