Jelang Lebaran Ketupat, Harga Ayam di Pasar-pasar Surabaya Naik?

  Selasa, 18 Mei 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi -- Jelang Lebaran Ketupat, Harga Ayam di Pasar-pasar Surabaya Naik? (Pixabay)

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM -- Mendekati Lebaran Ketupat, Satgas Pangan Polda Jatim memeriksa harga-harga ayam di pasaran. Baik pasar tradisional maupun modern.

Ketua Satgas Pangan Polda Jatim Kombes Pol Farman mengatakan, selama pemantauan yang dilakukan, ada kenaikan harga di beberapa titik. Menurutnya, ada kenaikan di wilayah Surabaya dan sekitarnya, pun dengan beberapa faktor yang mempengaruhi.

Farman menjelaskan, selama libur hari Raya Idul Fitri 1442 H, banyak pekerja perusahaan pemotongan ayam yang diliburkan. Begitu juga dengan libur bergilir antara pekerjanya.

Untuk masyarakat yang menyuplai ayam potong di pasar tradisional maupun para pekerjanya yang juga libur juga menjadi salah satu faktor penyebab kenaikan harga ayam. Meskipun, ada yang ingin tetap bekerja tapi upah yang diminta jauh lebih besar atau 2 kali lipat dari harga normal.

Farman menilai, lonjakan juga dipengaruhi kebijakan pemerintah yang melarang masyarakat mudik selama lebaran Idul Fitri 1442 H. Begitu halnya dengan kebijakan membatasi penangkaran ayam potong dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) mulai 10% sampai 20% sebagai respons jatuhnya harga ayam ras sekitar bulan Februari 2021 lalu.

"Kenaikan harga ayam potong (beberapa bulan terakhir) karena terjadi cuaca ekstrem," kata Farman, Selasa (18/5/2021).

Akibatnya, banyak kandang ayam peternak tradisional yang rusak akibat hujan dan angin kencang. Tak heran, supply ke pasar sedikit terganggu.

Usai anggota Subdit I Indagsi Ditreskrimum Polda Jatim telah melaksanakan cek harga random di beberapa lokasi, Farman menganggap kenaikan harga daging ayam ras tak akan berlangsung lama. Lantaran, dalam pemeriksaan harga ayam itu terdapat hasil bahwa pedagang ayam di Pasar Wonokromo mengakui harga Rp 50.000 hanya bertahan selama 2 hari saja.

Dalam temuan lain, di Transmart Ngagel Surabaya misalnya, diperoleh fakta lain, yakni harga ayam ras justru stabil di kisaran Rp 35.000 per kilogram.

"Minggu (16/5/2021) kemarin, turun menjadi Rp 45.000. Senin (17/5/2021) turun, jadi Rp 40.000/kilogram. Fakta ini mengindikasikan seiring dengan pasca libur hari Raya Idul Fitri 1442, dengan kembalinya rutinitas masyarakat, harga ayam potong berangsur kembali (normal)," ujar polisi yang juga menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Jatim itu.

Terpisah, salah seorang pembeli ayam ras bernama Asfiani menyampaikan hal serupa. Menurutnya, kendati ada kenaikan, kini harga ayam ras sudah berangsur turun.

"Sabtu (15/5/2021), saya beli ayam di Pasar Waru sampai Rp 50.000. Tadi pagi beli lagi, sudah turun Rp 38.000," kata wanita berusia 65 tahun itu.

Perlu diketahui, harga daging ayam broiler atau ras di Jatim kembali turun di kisaran Rp 37.000 sampai Rp 38.000. Padahal, harga salah satu komoditas pokok masyarakat itu sempat naik hingga Rp 50.000 sekitar Jumat hingga Sabtu lalu.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar