Kasus Covid-19 Surabaya Meningkat Lagi? 1 Wilayah Zona Merah, Pasien di RSLI Naik 250%

  Senin, 31 Mei 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi Kasus Covid-19 Surabaya meningkat. Zona Merah di Surabaya ada di 1 kelurahan. Pasien RSLI Surabaya naik hingga 250%. (Pixabay)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM – Apakah kasus Covid-19 Surabaya meningkat? Per 30 Mei, Zona Merah di Surabaya berkurang dari 3 menjadi 1 kelurahan. Namun, pasien di RSLI Surabaya naik hingga 250%.

Data perkembangan peta risiko Covid-19 Surabaya per Minggu 30 Mei 2021 menunjukkan pengurangan zona merah. Dari semula tiga kini menjadi satu, yakni hanya di Kelurahan Barata Jaya, Kecamatan Gubeng.

Sebelumnya, per 28 Mei, kelurahan yang masuk zona merah adalah Ngagelrejo dan Penjaringan Sari.

Dari sumber yang sama diperoleh data yang menyatakan perkembangan peta risiko Covid-19 di Surabaya per Minggu 30 Mei 2021

- 81 kelurahan masuk zona hijau.

- 68 kelurahan masuk zona kuning.

- 4 kelurahan masuk zona oranye.   

Sebagai catatan, data dimutahkirkan setiap saat sehingga datanya bisa berubah.

8 Cara Memutihkan Kulit secara Alami di Rumah, Mudah Banget!

Di sisi lain, Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya masih merawat 101 orang pasien Covid-19 yang terdiri atas:

  • 59 orang pasien Pekerja Migran Indonesia (PMI)
  • 42 pasien umum (lokal).

Penanggung jawab RSLI Surabaya Laksamana Pertama dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan, pada pekan pertama Lebaran, pasien sempat mengalami penurunan, rata-rata hanya 13 orang yang dirawat. Namun, jumlahnya meningkat pada pekan kedua usai Idulfitri menjadi 23 orang.

Selanjutnya, meningkat lagi menjadi 34 orang pada pekan ketiga usai Lebaran. 

Nalendra menyebutkan, dengan jumlah tersebut, RSLI mengalami kenaikan 250% dibandingkan pekan pertama lebaran. Karena itu, diharapkan kasus Covid-19 Surabaya yang terbilang meningkat ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih waspada.

Mulai Besok 1 Juni Cek Saldo di ATM BNI, BRI, BTN dan Mandiri Kena Biaya, Ini Besarannya

Nalendra mengimbau agar masyarakat mempersiapkan diri untuk kondisi terburuk, khususnya dalam penanganan pasien Covid-19.

Dia ingin masyarakat tak menggantungkan diri sepenuhnya pada proses vaksinasi yang tengah berjalan. 

"Intinya, tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) serta melakukan upaya menjaga dan meningkatkan imunitas melalui makan makanan sehat, olah raga serta menjalani kehidupan secara riang gembira," kata Nalendra, Senin (31/5/2021).

Sementara itu, Ketua Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 RSLI Surabaya Radian Jadid mengatakan, hingga Senin (31/5/2021) ini, pihaknya telah merawat 7455 orang, dengan 7081 di antaranya sembuh. 

Ini Kadar Gula Darah Normal Wanita & Pria, Jika Diabetes, 5 Buah Ini Harus Dihindari

Adapun sejumlah pasien yang masuk RSLI berasal dari para Asisten Rumah Tangga (ART) yang kembali bekerja ke majikannya di Surabaya. 

Seluruh ART yang terkonfirmasi Covid-19 itu diketahui usai dilakukan test swab PCR.

Dengan terkonfirmasi positif Covid-19, Jadid menganggap masih adanya klaster keluarga, serta tempat kerja (perusahaan atau industri). Selain itu, ada pula riwayat perjalanan luar kota atau daerah. 

"Jangan sampai terlambat dalam penanganan Covid-19. Karena, bila masuk RS dengan gejala berat, maka peluang untuk kesembuhan akan semakin berkurang. Hindari kerumunan dan makan bersama tanpa jarak, serta segera ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala-gejala awal Covid-19," ujarnya.

Satu Kelurahan di Surabaya Zona Merah, Ini Cara Memakai Masker yang Benar

Jadid mengingatkan, selama masa pandemi belum berakhir, masyarakat tetap menjalankan prokes yang dianjurkan oleh pemerintah. Selain itu, dia menganjurkan mengonsumsi makanan dan suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh menjadi lebih fit agar kasus Covid-19 Surabaya tidak meningkat.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar