Cara Menghindari Serangan Jantung saat Bersepeda, Tanda Jantung Koroner, & Makanan yang Menyehatkan Jantung

  Selasa, 01 Juni 2021   Praditya Fauzi Rahman
Cara Menghindari Serangan Jantung saat Bersepeda, Tanda Jantung Koroner, & Makanan yang Menyehatkan Jantung. (Pixabay)

GUBENG, AYOSURABAYA.COM – Cara menghindari serangan jantung saat bersepeda harus dipahami karena tidak jarang kasus meninggal akibat serangan jantung saat bersepeda. Selain itu, Anda harus mengenali tanda jantung koroner, dan ada beberapa makanan yang menyehatkan jantung yang harus Anda konsumsi.

Selama pandemi Covid-19, bermunculan pehobi sepeda musiman. Olahraga ini bermanfaat bagi kesehatan, terutama bagi jantung karena menurunkan angka penyakit kardiovaskuler dan pembuluh jantung.

Namun, ada pula pesepeda yang justru terkena serangan jantung ketika bersepeda. Penyebabnya beragam, mulai dari kelelahan hingga pola hidup.

Pakar Kardiologi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair), dr Meity Ardiana memberikan cara menghindari serangan jantung saat bersepeda.

Cara Cek Saldo Bank Tanpa Kena Biaya untuk BNI, BRI, Mandiri, & BTN

Cara Menghindari Serangan Jantung saat Bersepeda

Meity menjelaskan, jika ada pesepeda yang termasuk berisiko dengan penyakit jantung, ada baiknya melakukan konsultasi terlebih dulu kepada ahli. "Yang berisiko (dengan penyakit jantung), dianjurkan untuk melakukan konsultasi terlebih dulu kepada ahli jantung," kata Meity, Selasa (1/6/2021).

Sebaliknya, apabila tak memiliki risiko atau riwayat penyakit jantung, bisa melakukan olahraga bersepeda secara bertahap.

Namun, tahapan bersepeda harus didasari pertimbangan Frequency, Intensity, Time, and Type (FITT). Berikut spesifikasi FITT menurut Meity:

1. Frekuensi

Anda bisa memulai bersepeda 3 kali sepekan. Anda bisa meningkatkannya secara bertahap hingga tiap hari.

2. Intensity

Meity menganjurkan mengawali bersepeda dengan gerakan yang ringan. Lalu, menyesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

"Penentuan intensitas bisa dilakukan berdasarkan mets atau metabolic equivalents," ujarnya.

3. Time

Ada durasi tertentu untuk bersepeda. Meity mencontohkan, pada permulaan atau pemanasan, ditentukan sekitar 20 menit saja. Lalu, ditingkatkan secara bertahap sesuai rekomendasi yang diberikan dokter jantung.

4. Type

Mulanya dianjurkan melakukan 'aerobic exercise', seperti bersepeda. Namun, saat kemampuan individu lebih baik, dapat ditambah dengan tipe lain, seperti resistance training yang dipergunakan untuk melatih otot.

Meity berharap, pesepeda tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat. Baik saat akan memulai, melakukan, hingga usai bersepeda diruang publik.

"Jika bersepeda dengan speed yang lebih cepat, maka dianjurkan untuk menjaga jarak sejauh 20 meter. Jika yang dilakukan adalah bersepeda santai, maka dianjurkan menjaga jarak sejauh 10 meter," tuturnya.

Daftar 52 HP SAMSUNG TERBARU 2021 Lengkap dengan Harga Mei

Tanda Jantung Koroner

Mengutip Alodokter, sedikitnya ada gejala atau tanda jantung koroner, yaitu:

1. Angina

Angina adalah nyeri dada akibat berkurangnya suplai darah ke otot jantung. Meskipun pada umumnya tidak mengancam nyawa, tetapi angina dapat meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung atau stroke.

Angina dapat berlangsung beberapa menit, dan biasanya muncul karena dipicu oleh aktivitas fisik atau stres. Sakit yang dialami akibat angina juga beragam. Angina ringan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman seperti sakit maag. Namun, serangan angina berat dapat menimbulkan nyeri dada seperti tertindih. Sensasi nyeri dada tersebut bisa menyebar ke lengan, leher, dagu, perut, dan punggung.

2. Serangan jantung

Serangan jantung terjadi ketika arteri sudah tersumbat sepenuhnya. Kondisi ini harus segera ditangani, agar tidak terjadi kerusakan permanen pada otot jantung.

Nyeri akibat serangan jantung serupa dengan angina. Hanya saja, nyeri pada serangan jantung akan terasa lebih berat, dan dapat terjadi walaupun penderita sedang beristirahat.

Gejala serangan jantung bisa berupa nyeri yang menjalar dari dada ke lengan, dagu, leher, perut, dan punggung. Nyeri tersebut dapat berlangsung selama lebih dari 15 menit. Selain gejala tadi, penderita juga bisa mengalami pusing, berkeringat, mual, dan tubuh terasa lemas.

Serangan jantung bisa terjadi tiba-tiba, terutama pada penderita diabetes dan lansia.

3. Gagal jantung

Penderita penyakit jantung koroner juga dapat mengalami gagal jantung, bila jantung terlalu lemah untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi tersebut menyebabkan darah menumpuk di paru-paru, sehingga penderita mengalami sesak napas.

Gagal jantung dapat terjadi seketika (akut), atau berkembang secara bertahap (kronis).

Pada beberapa kasus, penderita PJK mengalami gejala yang berbeda, seperti palpitasi (jantung berdebar). Sebagian penderita bahkan tidak merasakan gejala apa pun, sampai didiagnosis menderita penyakit jantung koroner.

BLT UMKM 2021 CAIR? Begini Cara Cek Nama Penerima di eform.bri.co.id/bpum

7 Makanan yang Menyehatkan Jantung

Mengonsumsi makanan sehat untuk jantung dan menjalani pola hidup sehat dapat membuat Anda terhindar dari risiko terkena penyakit jantung dan mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung.

Mengutip alodokter.com, selain mengonsumsi makanan sehat untuk jantung, yang tidak kalah penting adalah dengan menghindari makanan siap saji dan serba instan. Makanan cepat saji yang kaya akan kolesterol jahat dapat meningkatkan risiko penyumbatan saluran darah yang dapat berujung kepada serangan jantung.

Berikut ini makanan yang menyehatkan jantung:

1. Kacang

Perbanyak makan kacang, misalnya kacang merah, hingga tiga cangkir seminggu. Selain kaya akan fitonutrien yang baik untuk jantung, kacang-kacangan juga kaya akan kandungan serat dan air yang membuat Anda cepat kenyang. Hal ini dapat mencegah Anda mengonsumsi lebih banyak kalori. Di samping itu, kacang-kacangan juga kaya antioksidan yang berperan mencegah kerusakan sel akibat paparan radikal bebas sebagai penyebab kanker, penyakit Parkinson, dan Alzheimer.

2. Biji-bijian utuh

Mengonsumsi biji-bijian utuh seperti gandum, beras merah, atau jagung sebagai sumber utama karbohidrat, dapat menurunkan risiko terkena berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, beberapa jenis kanker, dan obesitas. Hal ini karena biji-bijian tersebut mengandung protein, serat, antioksidan, vitamin B, dan mineral. Mineral yang dimaksud adalah zat besi, zinc, dan magnesium.

3. Apel

Mengonsumsi 1-2 apel per hari diyakini dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Apel efektif mengurangi kolesterol jahat dalam tubuh dan membantu mengatur gula darah. Hal ini karena selain mengandung fitonutrien, apel juga mengandung senyawa lain yang baik untuk jantung, yaitu epicatechin. Zat ini adalah senyawa yang kaya akan antioksidan dan dapat membantu mengurangi tekanan darah.

Ini Kadar Gula Darah Normal Wanita dan Cara agar Gula Darah Normal

4. Bawang putih

Bawang putih diketahui tidak memengaruhi tekanan darah, sehingga dapat sering dikonsumsi. Bawang putih juga dapat menggantikan garam untuk menambah rasa gurih pada makanan. Hal ini baik untuk kesehatan jantung, karena makin banyak konsumsi garam akan makin tinggi risiko terkena tekanan darah tinggi, yang dapat memicu penyakit jantung dan stroke.

5. Anggur

Manfaat anggur diduga berpotensi mencegah penyakit jantung dan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Ini karena buah anggur mengandung serat dan flavonoid yang baik untuk mencegah kerusakan jantung.

6. Buah beri

Ragam buah beri seperti bluberi, stroberi, rasberi, dan blackberry dapat dijadikan camilan sehat. Buah beri yang kaya akan serat dan antioksidan diduga mampu mengurangi peluang terjadinya serangan jantung. Selain itu, rasa manis dalam buah beri tidak memicu diabetes. Meski demikian, penelitian mengenai efek buah beri dalam melindungi kesehatan jantung masih perlu dikaji lebih lanjut.

7. Teh Hijau

Berdasarkan hasil penelitian, mereka yang meminum lebih dari lima cangkir teh hijau dalam sehari memiliki risiko sekitar 25 persen lebih rendah mengalami kematian akibat serangan jantung dan stroke. Namun, berhati-hatilah dalam mengonsumsi teh hijau. Minum lebih dari lima cangkir teh hijau tiap hari dapat meningkatkan risiko terkena penyakit batu ginjal. Oleh karena itu, jika mengonsumsi banyak teh hijau, perbanyak juga konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi dan agar sistem kemih tetap lancar.

10 Cara Menghindari Sambaran Petir, Termasuk Tak Berteduh di Bawah Pohon

Itulah cara menghindari serangan jantung saat bersepeda, tanda jantung koroner, dan makanan yang menyehatkan jantung yang bisa Anda coba.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar