BMKG: Potensi Gempa Magnitudo 8.9 di Jatim Bisa Terjadi Sewaktu-waktu

  Kamis, 03 Juni 2021   Andres Fatubun
Rumah yang mengalami kerusakan berat akibat gempa Malang pada 10 April. (BNPB)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Badan Meteirologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mengeluarkan 3 potensi bencana yang bisa terjadi dan patut diwaspadai.

Tiga potensi bencana tersebut adalah: Gempa berkekuatan 8.9 magnitudo dan tsunami yang bisa setinggi 29 meter terjadi di Jatim, cuaca ekstrem karena siklon tropis yang menimbulkan potensi hujan intensitas sedang-lebat di beberapa wilayah, dan juga gelombang tinggi yang kemungkinan terjadi di dalam sepekan terjadi.

Menanggapi pengumuman dari BMKG ini, Dr Ir Amien Widodo Msi, peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS mengatakan bahwa ketiga potensi tersebut memang benar bisa terjadi.

AYO BACA : Gaji ke-13 Cair, Paling Besar Rp9 Jutaan dan Kecil Rp2 Jutaan

“Ya memang potensi itu bisa dan memungkinan terjadi, seperti gelombang tinggi memang bisa terjadi karena memangkan bulan ini sedang besar-bsarnya, kemarin ada fenomena full moon yang pastinya menarik air laut lebih besar, tapi itu memang sudah sewajaranya terjadi karena tarikan gravitasi,” ujar Amien, Rabu (2/6/2021).

Untuk siklon tropis, Amien mengatakan bahwa terjadinya siklon itu dipengaruhi pergerakan angin. Hasil analisis dinamika atmosfer-laut menunjukkan bahwa terdapat aktivitas Gelombang Kelvin yang cukup aktif di sekitar Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua bagian utara. Sedangkan Gelombang Rossby Ekuatorial cukup aktif di sekitar wilayah Jawa dan Samudera Pasifik sebelah timur Filipina.

Sementara itu perlambatan dan belokan angin terjadi di beberapa wilayah yang cukup berpengaruh pada pembentukan potensi awan hujan dan dapat menimbulkan potensi hujan intensitas sedang-lebat di beberapa wilayah.

AYO BACA : 10 Jenis Mandi dalam Islam Selain Junub

Sedangkan untuk gempa besar yang diperkirakan bisa mencapai 8,9 magnitudo dan bisa menimbulkan tsunami sebesar 20 meter lebih, Amien mengatakan bahwa potensi tersebut berdasarkan data yang diinput oleh BMKG.

Amin menjelaskan, secara geologi, Indonesia ditekan oleh 3 lempeng (gambar atas) dan bisa diibaratkan tumpukan papan yang ditekan 3 buldoser dari 3 arah, dari Utara, Selatan dan Timur dengan kecepatan 2-7 cm pertahun. Keadaan ini sudah berlansung jutaan tahun lalu sebelum manusia ada.

“Pada batas tumbukan lempeng akan terjadi gempa seperti yang sering terjadi di Samudera Hindia dan kita memang tempatnya gempa, dari skala 1 – 9 dan di kedalaman 1 km – 650 km. Jadi ini sudah ini sudah jadi pilihan leluhur kita yang sudah bertahan ratusan tahun di Indonesia. Gempa besar yang terjadi di laut bisa memicu tsunami, jadi semua kabupaten di selaran Jatim harus memyiapkan diri terhadap gempa besar dan tsunami,” terangnya.

 

AYO BACA : Zona Merah di Pulau Jawa Hanya di Kabupaten Kudus

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar