BMKG Nyatakan Gempa Magnitudo 8,7 dan Tsunami 29 Meter di Pantai Selatan Jatim adalah Potensi bukan Prediksi

  Minggu, 06 Juni 2021   Andres Fatubun
Rumah yang mengalami kerusakan berat akibat gempa Malang pada 10 April. (BNPB)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Beberapa waktu lalu media massa khususnya online memberitakan soal potensi gempa magnitudo 8,7 dan tsunami 29 Meter di pantai selatan Jatim. Pemberitaan tersebut menyebabkan tafsir yang beragam dan menimbulkan keresahan. 

AYO BACA : Pendaftaran Hari ke-2 Gelombang 17, Kelompok Ini Pasti Tidak Lolos

Merespons kekhawatiran tersebut, BMKG menyampaikan tanggapannya sebagai berikut.

AYO BACA : Pendaftaran Gelombang 17 Ditutup Senin 7 Juni 2021

1. Indonesia sebagai wilayah yang aktif dan rawan gempabumi memiliki potensi gempabumi yang dapat terjadi kapan saja dengan berbagai kekuatan (magnitudo).

2. Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatannya, sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempabumi.

3. Berdasarkan hasil kajian dan pemodelan para ahli yang disampaikan pada diskusi bertajuk "Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur, zona lempeng selatan Jawa memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum M 8,7. Tetapi ini adalah potensi bukan prediksi yg pasti, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu. Untuk itu kita semua harus melakukan upaya mitigasi struktural dan kultural dengan membangun bangunan aman gempa dan tsunami. Pemerintah Daerah dengan dukungan Pemerintah Pusat dan Pihak Swasta menyiapkan sarana dan prasarana evakuasi yang layak dan memadai, BPBD memastikan sistem peringatan dini di daerah rawan beroperasi/ terpelihara dengan layak dan terjaga selama 24 jam tiap hari untuk meneruskan Peringatan Dini dari BMKG, Pemerintah Daerah dengan Pusat melakukan penataan tata ruang pantai rawan agar aman dari bahaya tsunami dengan menjaga kelestarian ekosistem pantai sebagai zona sempadan untuk pertahanan terhadap gelombang tsunami dan abrasi. Pemerintah Daerah dengan Pihak terkait perlu membangun kapasitas masyarakat/edukasi masyarakat untuk melakukan response penyelamatan diri secara tepat saat terjadi gempabumi dan tsunami.

4. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Apabila ingin mengetahui lebih jelas info ini dapat menghubungi Call Center 196, contact 021-6546316 atau www.bmkg.go.id dan terus monitor aplikasi mobile phone INFO BMKG.

AYO BACA : Arab Saudi Bantah Informasi Indonesia Tidak Dapat Kuota Haji Tahun Ini

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar