Manfaat Diet Keto, Turunkan Berat Badan hingga Atasi Penyakit

  Senin, 07 Juni 2021   Nur Khansa Ranawati
Ilustrasi menu dalam diet keto (Pixabay)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Diet keto adalah istilah untuk diet rendah karbohidrat yang berasal dari kata "Ketogenik". Tujuannya adalah untuk mencari asupan kalori untuk tubuh dengan porsi protein dan lemak lebih banyak dibanding karbohidrat.

Dalam diet keto, karbohidrat yang paling banyak dikurangi adalah karbohidrat yang mudah dicerna seperti gula, soda, kue kering, dan roti putih. Diet keto memiliki tujuan utama untuk mengurangi berat badan, meskipun juga disebut dapat bermanfaat untuk meredakan gejala sejumlah penyakit dan kondisi tubuh. 

Bagaimana diet keto bekerja?

Dilansir dari WebMD, Senin 7 Juni 2021, diet keto membuat Anda mengkonsumsi kurang dari 50 gram karbohidrat per-hari. Dalam kondisi tersebut, tubuh Anda akhirnya kehabisan bahan bakar (gula darah) yang dapat digunakan dengan cepat. Ini biasanya memakan waktu 3 sampai 4 hari.

Kemudian, tubuh Anda akan mulai memecah protein dan lemak untuk energi, yang dapat membuat Anda menurunkan berat badan. Kondisi ini disebut ketosis. Penting untuk dicatat bahwa diet ketogenik adalah diet jangka pendek yang berfokus pada penurunan berat badan daripada mengejar manfaat kesehatan.

Manfaat Diet Keto 

Diet keto paling sering digunakan orang untuk menurunkan berat badan. Namun, diet ini juga dapat membantu mengelola kondisi medis tertentu, seperti misalnya epilepsi.

Selain itu, diet keto juga disebut dapat membantu orang dengan penyakit jantung, penyakit otak tertentu, dan bahkan jerawat. Namun, masih diperlukan lebih banyak penelitian di bidang tersebut.

Sebelum melakukan diet keto, penting untuk berkonsultasi dahulu dengan dokter Anda terkait keamanannya. Terutama, bila Anda menderita diabetes tipe 1.

Berikut 6 kondisi yang dapat diredakan oleh diet keto : 

1. Berat badan berlebih

Diet ketogenik dapat membantu Anda menurunkan berat badan lebih banyak dalam 3 hingga 6 bulan pertama daripada beberapa diet lainnya. Hal ini terjadi karena dibutuhkan lebih banyak kalori untuk mengubah lemak menjadi energi daripada mengubah karbohidrat menjadi energi. Mungkin juga diet tinggi lemak dan tinggi protein membuat Anda lebih kenyang, jadi Anda makan lebih sedikit, tetapi itu belum terbukti sepenuhnya.

2. Kanker

Insulin adalah hormon yang memungkinkan tubuh Anda menggunakan atau menyimpan gula sebagai bahan bakar. Diet ketogenik membuat Anda membakar bahan bakar ini dengan cepat, jadi Anda tidak perlu menyimpannya. Ini berarti tubuh Anda membutuhkan -- dan membuat -- lebih sedikit insulin. Tingkat yang lebih rendah tersebut dapat membantu melindungi Anda dari beberapa jenis kanker atau bahkan memperlambat pertumbuhan sel kanker. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan tentang ini. 

3. Epilepsi

Diet ketogenik telah membantu mengendalikan kejang yang disebabkan oleh kondisi ini sejak tahun 1920-an. Tetapi sekali lagi, penting untuk bekerja dengan dokter Anda untuk mencari tahu apakah diet keto dapat Anda terapkan atau tidak. 

4. Diabetes

Diet rendah karbohidrat tampaknya membantu menjaga gula darah Anda lebih rendah dan lebih dapat diprediksi daripada diet lainnya. Tetapi ketika tubuh Anda membakar lemak untuk energi, hal tersebut membuat senyawa yang disebut keton. Jika Anda menderita diabetes, terutama tipe 1, terlalu banyak keton dalam darah Anda dapat membuat Anda sakit. Jadi, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter Anda pada setiap perubahan dalam diet Anda.

5. Jerawat

Karbohidrat telah dikaitkan dengan kondisi kulit ini, jadi menguranginya dapat membantu mengurangi jerawat. Penurunan insulin yang dapat dipicu oleh diet ketogenik juga dapat membantu menghentikan jerawat. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dengan tepat seberapa besar pengaruh diet terhadap jerawat. 

6. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

PCOS adalah kondisi dimana ovarium wanita menjadi lebih besar dari yang seharusnya dan kantung berisi cairan kecil terbentuk di sekitar telur. Tingkat insulin yang tinggi dapat menyebabkannya. Diet ketogenik, yang menurunkan jumlah insulin yang Anda buat dan jumlah yang Anda butuhkan, dapat membantu mengobatinya, bersama dengan perubahan gaya hidup lainnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar