Simak Tanda Depresi Berat yang Perlu Diwaspadai

  Selasa, 08 Juni 2021   Nur Khansa Ranawati
Ilustrasi depresi berat ({ixabay)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Depresi adalah penyakit yang cukup umum dialami orang namun memiliki tingkat keparahan yang beragam. Beberapa gejala pada kasus depresi ringan meliputi kesedihan, lekas marah, dan kelelahan yang berlangsung beberapa minggu atau lebih lama.

Namun, terdapat pula kasus depresi yang lebih berat, dengan gejala intens yang meliputi gangguan nafsu makan hingga penurunan berat badan secara signifikan, masalah tidur, hingga munculnya keinginan-keinginan untuk mengakhiri hidup. Pada kondisi ini, penderitanya tak jarang kerap merasa kesulitan untuk bangun dari tidur atau beraktivitas meninggalkan rumah.

Gejala Depresi Berat

Kondisi depresi berat memiliki sejumlah tanda yang patut menjadi perhatian, sebagaimana dilansir dari WebMD, Selasa 8 Juni 2021 : 

- Insomnia atau tidur berlebihan
- Sifat lekas marah
- Hilangnya minat pada kegiatan yang dulu menyenangkan
- Keputusasaan
- Pikiran terus-menerus tentang sesuatu yang buruk akan terjadi
- Pikiran tentang kematian atau bunuh diri atau usaha bunuh diri
- Dalam kasus yang sangat parah, munculnya gejala psikotik (seperti halusinasi atau delusi)
- Ketidakmampuan untuk mengurus diri sendiri, seperti makan, mandi, atau memenuhi tanggung jawab keluarga atau pekerjaan.

Meskipun Anda mungkin merasa tidak ada harapan, bicarakan dengan dokter Anda tentang pilihan-pilihan pengobatan. Bahkan gejala depresi berat dapat diobati.

Faktor Risiko Bunuh Diri

Tidak semua orang yang memenuhi faktor risiko ini berpotensi melakukan bunuh diri. Selain depresi atau gangguan psikologis lainnya, faktor risiko bunuh diri meliputi:

-Riwayat penyalahgunaan zat saat ini atau masa lalu
-Riwayat percobaan bunuh diri sebelumnya
-Riwayat bunuh diri di lingkungan keluarga
-Riwayat keluarga dengan penyakit mental atau penyalahgunaan zat
-Kepemilikan senjata api di rumah
-Perasaan putus asa

Bagi orang yang mengalami depresi berat, bunuh diri adalah ancaman nyata. Setiap tahun, sekitar 30.000 orang di Amerika Serikat melakukan bunuh diri, meskipun jumlah sebenarnya mungkin lebih tinggi. Beberapa kasus bunuh diri tidak dikenali karena diklasifikasikan sebagai kecelakaan, overdosis obat, atau penembakan. Di antara orang-orang yang depresinya tetap tidak diobati, hingga 15% di antaranya berisiko melakukan bunuh diri.

Apa saja tanda-tanda peringatan bunuh diri? Menurut National Suicide Prevention Lifeline, mereka termasuk:

-Bicara tentang ingin mati atau ingin bunuh diri
-Mencari cara untuk bunuh diri, seperti mencari metode bunuh diri di internet atau membeli senjata
-Berbicara tentang perasaan putus asa atau tidak punya alasan untuk hidup
-Berbicara tentang perasaan terjebak atau kesakitan yang tak tertahankan
-Berbicara tentang menjadi beban bagi orang lain
-Meningkatkan penggunaan alkohol atau obat-obatan
-Bertindak cemas atau gelisah; berperilaku sembrono
-Tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak
-Menarik atau merasa terisolasi
-Menunjukkan kemarahan atau berbicara tentang membalas dendam
-Menampilkan perubahan suasana hati yang ekstrem

Mencari Pertolongan 

Seringkali, perilaku bunuh diri bersifat impulsif. Singkirkan senjata, obat-obatan, atau cara lain yang mungkin Anda gunakan untuk melukai diri sendiri. Jika Anda memiliki senjata atau barang lain yang dapat membahayakan diri, mintalah orang yang dipercaya untuk menjauhkannya dari Anda.

Singkirkan pil dengan memasukkannya ke dalam tas berisi kotoran kucing atau kotoran lainnya, dan buang seluruh kemasannya. Dengan mengeluarkan barang-barang tersebut dari lingkungan Anda, Anda dapat mengulur waktu untuk mengatasi dorongan bunuh diri dan mempertimbangkan cara lain untuk mengatasi rasa sakit Anda.

Hindari menggunakan alkohol atau obat-obatan terlarang, atau carilah pengobatan untuk memutuskan ketergantungan pada zat ini. Alkohol dan obat terlarang dapat memperburuk depresi Anda dan menyebabkan pikiran untuk bunuh diri. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa di antara orang-orang yang telah menyelesaikan bunuh diri, 33%-69% memiliki alkohol yang terdeteksi dalam darah mereka.

Hotline Depresi di Indonesia

Dilansir dari laman web Into The Light, pemerintah Indonesia pada April 2020 meluncurkan layanan konseling psikologi SEJIWA, yang dapat dihubungi melalui nomor 119 (ekstensi 8). Walaupun layanan konseling ini dapat membantu untuk masalah kesehatan jiwa, namun layanan SEJIWA tidak mencakup pertolongan pertama bunuh diri (suicide first aid).

Selain itu, nomor 119 juga adalah nomor layanan darurat untuk memanggil ambulans atau pertolongan pertama pada kecelakaan. Dengan demikian, 119 dapat digunakan jika seseorang sudah mencoba melakukan bunuh diri atau situasi lain yang mengancam keselamatan nyawa seseorang.

Apa yang dimaksud dengan "ekstensi 8"?

Saat Anda menghubungi 119, tunggu hingga Anda mendapatkan pesan suara otomatis, lalu tekan angka 8 untuk dihubungkan ke layanan SEJIWA.

Kementerian Kesehatan RI juga telah menyiagakan lima RS Jiwa rujukan yang telah dilengkapi dengan layanan telepon konseling kesehatan jiwa. Untuk wilayah Jawa Timur, salah satu rumah sakit yang dapat dihubungi adalah RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang - (0341) 423444.

Demikian tanda gejala depresi berat yang perlu diwaspadai dan faktor risiko terkait kemungkinan terburuk yang menyertainya. Bila Anda atau teman di lingkungan Anda mengalami gejala di atas, jangan ragu hubungi orang terpercaya atau psikolog terdekat untuk penanganan lebih baik. 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar