Satgas Covid-19 Sita 98 KTP Pengendara yang Kabur dari Tes Swab di Jembatan Suramadu

  Kamis, 10 Juni 2021   Praditya Fauzi Rahman
Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya memeriksa pengendara yang melintas di Jembatan Suramadu. (ayosurabaya/Praditya Fauzi Rahman)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya mengamankan 98 Kartu Tanda Penduduk yang disita Satgas Covid-19 dari para pengendara yang mengikuti swab test antigen di penyekatan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) sejak Senin (7/6/2021) lalu. KTP ditinggalkan pemiliknya karena mereka kabur dari pemeriksaan. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto.

"Mulai hari Senin (7/6/2021), Selasa (8/6/2021), Rabu (9/6/2021), itu ada sekitar 98 KTP," kata Eddy saat ditemui, Kamis (10/6/2021).

AYO BACA : Cara Daftar Ulang Peserta PPDB Surabaya, 14-19 Juni

Selain KTP, pihaknya bersama Satgas Covid-19 Surabaya juga menyita SIM dan STNK. Rencananya, KTP, SIM, dan STNK itu tetap akan dikembalikan kepada pemilik yang diduga kabur saat menjalani pemeriksaan swab test antigen dan PCR.

Bagi warga yang hendak mengambil kartu identitas, diwajibkan menunjukan hasil tes usap negatif di Kantor Satpol PP Kota Surabaya. Pun dengan pengurusan kepentingan lain, apabila mengaku kartu identitas hilang, tak akan dilayani oleh petugas.

KTP yang Surabaya, kami sudah berkirim surat ke Dispendukcapil untuk dilakukan pemblokiran. Artinya, apabila mengajukan pergantian KTP dengan alasan hilang, tidak dilayani.
Sebab KTP-nya di Satpol PP, mereka bisa ambil di Satpol PP dengan menunjukkan hasil swab negatif," ujarnya.

AYO BACA : Kenali Perbedaan Vaksin AstraZeneca dan Sinovac Serta Efeknya

Lantas, bagaimana dengan kartu identitas pengendara luar kota pahlawan?

"Untuk luar kota Surabaya seperti Bangkalan, Sampang, hingga Jember, kita dari Dispendukcapil akan berkirim surat ke masing-masing daerah. Sehingga nama-nama tersebut ketika mengajukan pergantian dokumen KTP dengan alasan hilang supaya tidak dilayani," tuturnya.

Ketika disinggung apakah mereka yang meninggalkan KTP itu kabur dari swab test antigen di penyekatan Suramadu, Eddy mengamini hal tersebut. Menurutnya, para pengendara berusaha kabur dengan mengendarai kendaraan lainnya atau dengan alternatif lain.

"Ketika mereka memenuhi syarat untuk mengikuti swab, KTP diminta Linmas dan Satpol PP untuk diajukan ke meja pendaftaran. Mereka diminta ke meja pendaftaran dan memarkirkan sepeda motor di tempat yang sudah ditentukan.Ketika dipanggil, mereka tidak ada, kemungkinan kami menduga mereka menghindari itu dan naik kendaraan lain," katanya.

AYO BACA : Data Zona Hijau, Kuning, Oranye, dan Merah Kelurahan di Surabaya per 10 Juni

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar