6 Penyakit yang Mengintai Akibat Oral Seks

  Kamis, 10 Juni 2021   Andres Fatubun
Ilustrasi oral seks. (Dainis Graveris on Unsplash)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Seks oral sebelum berhubungan seksual dapat membantu meningkatkan gairah. Meski demikian, Anda dan pasangan harus memperhatikan keamanan seks oral karena aktivitas ini juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

Seks oral atau oral sex adalah aktivitas seksual yang dilakukan untuk merangsang vagina, penis, atau anus pasangan menggunakan mulut, bibir, atau lidah. Seks oral merupakan bagian dari foreplay dan bisa membuat hubungan seksual menjadi lebih menyenangkan jika dilakukan dengan benar.

6 Penyakit yang Mengintai Akibat Oral Seks 

Namun, apabila Anda atau pasangan tidak memperhatikan “rambu-rambu” keamanan, potensi untuk terkena penyakit menular seksual (PMS) akibat seks oral akan menjadi tinggi.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, seks oral dapat membuka risiko terhadap berbagai macam infeksi, khususnya infeksi menular seksual. Beberapa infeksi yang dapat ditularkan melalui seks oral adalah:

1. Human papillomavirus (HPV)
Salah satu bahaya seks oral adalah meningkatkan risiko untuk terkena penyakit human papillomavirus (HPV). Jika seseorang menderita HPV dan melakukan seks oral dengan pasangannya, maka pasangannya berisiko untuk tertular penyakit ini.

Kondisi ini sangat penting untuk dicegah, karena HPV yang ditularkan saat melakukan seks oral merupakan faktor risiko utama terjadinya kanker tenggorokan atau kanker mulut.

2. Sifilis
Sifilis merupakan infeksi menular seksual yang ditandai dengan luka pada alat kelamin. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidium. Saat seks oral dilakukan, bakteri yang bersarang pada luka sifilis bisa dengan mudah menular melalui kontak kulit mulut dengan alat kelamin.

3. Gonore
Seks oral dapat meningkatkan risiko tertular penyakit gonore atau kencing nanah. Anda bisa terkena penyakit ini jika melakukan seks oral dengan pasangan yang menderita gonore, begitu juga sebaliknya.

Gonore bisa menginfeksi tenggorokan, alat kelamin, saluran kemih, dan anus. Umumnya infeksi gonore di tenggorokan tidak memiliki gejala, tapi penderita mungkin untuk mengalami sakit tenggorokan.

4. Herpes
Melalui seks oral, Anda atau pasangan juga berisiko untuk terkena herpes pada alat kelamin atau mulut. Herpes ditandai dengan beberapa gejala, seperti gatal, nyeri pada area genital atau sekitar mulut, lepuhan kecil yang mungkin mengeluarkan cairan atau darah, hingga iritasi pada kulit.

5. Hepatitis A dan B
Karena virus hepatitis B bisa terbawa air liur, cairan vagina, maupun air mani, hepatitis B kemungkinan besar bisa ditularkan melalui seks oral, terutama jika Anda mengalami luka pada mulut atau menggunakan kawat gigi. Sementara itu, seks oral yang dilakukan pada anus bisa menyebabkan Anda tertular hepatitis A.

6. Klamidia
Penyebaran klamidia paling umum adalah melalui hubungan seks anal atau vaginal tanpa kondom, tapi bisa juga melalui seks oral. Klamidia ditandai dengan beberapa gejala, tergantung pada letaknya.

Jika menginfeksi tenggorokan, gejalanya dapat berupa sakit tenggorokan, sakit gigi atau mulut, sariawan yang tidak kunjung sembuh, hingga luka di sekitar bibir dan mulut.

Apabila terjadi pada area genital, gejalanya dapat berupa nyeri saat buang air kecil, nyeri atau bengkak pada testis, nyeri pada anus, hingga keluar cairan tidak normal dari penis atau vagina.

Itulah 6 penyakit yang mengintai akibat oral seks apabila dilakukan secara serampangan dan gontai-ganti pasangan. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar