Data Zona Hijau, Kuning, Oranye, dan Merah Surabaya di Tengah Lonjakan Kasus Bangkalan

  Jumat, 11 Juni 2021   Andres Fatubun
Pemeriksaan pengemudi dan penumpang di titik penyekatan Jembatan Surabaya. (lawancovid-19.surabaya)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Data zona risiko Covid-91 di Kota Surabaya per 10 Juni 2021 menunjukkan Kota Pahlawan masih terbebas dari zona merah di tengah melonjaknya kasus di Bangkalan 

Merujuk data Surabaya Tanggap Covid-19, yang diakses pada Jumat, 11 Juni 2021, pagi dari 154 kelurahan, 74 kelurahan masuk zona hijau, 79 zona kuning, dan 1 zona oranye. Data ini tidak berbeda jauh dari hari sebelumnya. 

Beberapa hari lalu Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mendatangi posko penyekatan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) arah Surabaya. Ia datang bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi serta rombongan.

Budi mengapresiasi kinerja Gubernur Jatim, Walikota Surabaya, dan Bupati Bangkalan yang dinilai kompak melakukan antisipasi penyebaran Covid-19. Menurutnya, hal tersebut harus ditangani secara benar dan sigap agar penyebaran virus Covid-19 tak menyebar ke daerah lain.

"Saya terimakasih pada bu gubernur, bupati, pak walikota karena sudah kompak. Saya percaya kalau ini bisa dikerjakan bersama-sama, harus bisa," kata Budi, Selasa (8/6/2021).

Melonjak Akibat Pemudik

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Jawa Timur, dr. Sutrisno, menduga lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan akibat pemudik dan pulangnya pekerja migran Indonesia.

AYO BACA : GELOMBANG 17 SUDAH DIUMUMKAN, Ini 2 Cara untuk Mengecek Kamu Lolos atau Tidak ?

Namun untuk memastikannya harus hasil pemeriksaan sampel spesimen yang dilakukan di laboratorium ITD Unair dan Balitbangkes. Ia mengimbau masyarakat di Madura untuk menerapkan prokes secara ketat.

"Ada kecurigaan varian baru, ada satu data menunjukan varian baru yang mirip varian Afrika," tutupnya.

Sutrisno menjelaskan lebih lanjut, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bangkalan terlanjur membludak. Dari data yang diterimanya, ia mengatakan, puskesmas hingga rumah sakit sudah kewalahan dalam tiga hari terakhir. Bahkan IGD RSUD terpaksa ditutup sementara. 

"Yang saya dengar dari keluarga, kasusnya banyak di tempat kerja. Cukup banyak nakes yang positif," kata Sutrisno, Rabu (9/6/2021). 

Sutrisno menegaskan, nakes yang terpapar Covid-19 sudah memperoleh penanganan dari institusinya terkait. 

"Saya estimasikan, 2 minggu ke depan dapat tertangani dengan baik. Pemerintah, termasuk Kepala BNPB dan organisasi profesi, aktif di sana," ujar dia.  

AYO BACA : Begini Cara Cepat Cairkan Insentif Gelombang 17

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar