Cara Mengambil Paspor Jemaah Haji 2021 yang Gagal Berangkat

  Jumat, 11 Juni 2021   M. Naufal Hafizh
Cara Mengambil Paspor Jemaah Haji 2021 yang Gagal Berangkat. (Pixabay)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Bagaimana cara mengambil paspor jemaah haji 2021 yang gagal berangkat tahun 2021?

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan pembatalan pemberangkatan haji dari Indonesia, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis, 3 Juni 2021.

Kebijakan tersebut dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M.

Dalam KMA tersebut juga ditegaskan bawah calon jemaah haji batal berangkat dapat menarik kembali setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang telah dibayarkan.

“Calon jemaah haji batal berangkat tahun ini dan sudah melunasi Bipih, dapat mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan,” ujar Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Sesditjen PHU) Ramadan Harisman, di Jakarta, Jumat (4/6/2021), dikutip dari situs resmi Kemenag.

“Meski diambil setoran pelunasannya, jemaah tidak kehilangan statusnya sebagai calon jemaah haji yang akan berangkat pada tahun 1443 H/2022 M,” katanya.

Cara Mengambil Paspor Jemaah Haji 2021

Mengutip dari Indonesiabaik, berikut ini langkah mengambil paspor jemaah haji 2021 yang gagal berangkat:

  1. Petugas di Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi melakukan verifikasi data dan jumlah paspor per kabupaten / kota;
  2. Petugas di Kanwil Kemenang Provinsi mengirimkan ke Kantor Kemenag (Kankemenag) Kabupaten / kota;
  3. Petugas Kankemenag kabupaten / kota melakukan verifikasi data dan jumlah paspor yang diterima dari Kanwil;
  4. Petugas Kankemenag memberitahukan kepada jemaah haji untuk melakukan pengambilan paspor di Kankemenag kabupaten / kota;
  5. Petugas Kankemenag melakukan pencatatan jemaah haji yang telah melakukan pengambilan paspor;
  6. Jemaah melakukan pengambilan paspor di Kankemenag kabupaten / kota;
  7. Pengambilan paspor dapat diwakilkan dengan membawa surat kuasa.

Cara Mengambil Setoran Pelunasan Bipih

Selain itu, jemaah haji bisa mengambil setora pelunasan Bipih, berikut caranya:

  1. Jemaah mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih secara tertulis kepada Kepala Kankemenag Kab/Kota tempat mendaftar haji dengan menyertakan syarat berikut:
    1. bukti asli setoran lunas Bipih yang dikeluarkan oleh Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih;
    2. fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama Jemaah Haji dan memperlihatkan aslinya;
    3. fotokopi KTP dan memperlihatkan aslinya;
    4. nomor telepon yang bisa dihubungi.
  2. Permohonan jemaah tersebut selanjutnya akan diverifikasi dan divalidasi oleh Kepala Seksi yang membidangi urusan Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kankemenag Kab/Kota. Jika dokumen dinyatakan lengkap dan sah, Kasi Haji akan melakukan input data pembatalan setoran pelunasan Bipih pada aplikasi Siskohat.
  3. Kepala Kankemenag Kab/Kota mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih secara tertulis dan dikirimkan secara elektronik kepada Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri dengan tembusan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi.
  4. Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri menerima surat pengajuan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih dan melakukan konfirmasi pembatalan setoran pelunasan Jemaah Haji pada aplikasi SISKOHAT.
  5. Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri atas nama Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih secara tertulis kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) c.q. Badan Pelaksana BPKH.
  6. BPS Bipih setelah menerima Surat Perintah Membayar (SPM) dari BPKH, segera melakukan transfer dana pengembalian setoran lunas Bipih ke rekening Jemaah Haji dan melakukan konfirmasi transfer pengembalian setoran pelunasan pada aplikasi SISKOHAT
  7. Jemaah menerima pengembalian setoran pelunasan melalui nomor rekening yang telah diajukan pada tahap pertama.

“Seluruh tahapan ini diperkirakan akan berlangsung selama sembilan hari. Dua hari di Kankemenag Kab/Kota. Tiga hari di Ditjen PHU. Dua hari di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Dan, dua hari proses transfer dari Bank Penerima Setoran ke rekening jemaah,” kata Ramadan.

Itulah informasi cara mengambil paspor jemaah haji 2021 yang gagal berangkat tahun ini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar