Covid-19 Meroket Usai Lebaran, Satgas Peringatkan Kepala Daerah di Jawa

  Jumat, 11 Juni 2021   Nur Khansa Ranawati
Ilustrasi penyebaran Covid-19 (Pixabay)

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM -- Kasus Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia saat ini menunjukan peningkatan yang signifikan. Oleh karenanya, penanganan yang lebih serius harus dilakukan.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memberikan alarm bagi pemerintah daerah di Pulau Jawa agar meningkatkan upaya penanggulangan pandemi, sebab lonjakan kasus terus terjadi. Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito memaparkan, kasus positif telah mencapai 8.892 dalam sehari, tertinggi sejak Maret 2021, dimana Pulau Jawa menjadi penyumbang kasus terbanyak secara nasional.

"Kenaikan ini tentunya menjadi peringatan keras untuk kita semua mengevaluasi sekaligus bersiap diri dalam menghadapi kemungkinan kenaikan kasus yang lebih tinggi lagi di hari-hari ke depan," kata Wiku dalam konferensi pers, sebagaimana dilansir dari Suara.com, Jumat 11 Juni 2021. 

Dia merinci dalam 10 hari, kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta meningkat lebih dari 300 persen dan angka keterisian rumah sakit atau BOR-nya meningkat hingga 62,13 persen.

AYO BACA : Antisipasi Klaster Bangkalan, Pemkot Surabaya Perbanyak Tes Swab

Lalu, Jawa Tengah melonjak 80 persen dan BOR-nya meningkat hingga 66,89 persen; Jawa Barat melonjak 49 persen dan BOR mencapai 61,75 persen; Jawa Timur melonjak 89 persen dan BOR 31,57 persen.

Serta DI Yogyakarta melonjak 107 persen dan BOR 54,38 persen, dan Banten melonjak 57 persen dan BOR 53,87 persen.

Wiku meminta seluruh kepala daerah untuk dapat melihat daerahnya hingga ke tingkat kabupaten atau kota, bahkan hingga tingkat kecamatan.

"Saya minta pemerintah daerah untuk segera konversi tempat tidur semaksimal mungkin dan buka tempat isolasi terpusat jika memungkinkan untuk menjaga beban rumah sakit dan tenaga kesehatan agar tidak kewalahan," ucapnya.

Diketahui, pandemi Covid-19 telah menginfeksi 1.894.025 orang Indonesia, kini masih terdapat 106.315 kasus aktif, 1.735.144 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 52.566 jiwa meninggal dunia.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar