Jenazah Wabup Helmud Hontong Penolak Tambang Disambut Ribuan Warga

  Jumat, 11 Juni 2021   Nur Khansa Ranawati
Jenazah Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong disambut ribuan warga di Pelabuhan Tahuna, Jumat 11 Juni 2021 [Suara.com/eritaManado.com]

SULAWESI SELATAN, AYOSURABAYA.COM -- Jenazah Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong tiba di Pelabuhan Tahuna, Jumat 11 Juni 2021 pagi. Kedatangan jenazah yang diangkut menggunakan Kapal Laut Merit Teratai tersebut disambut ribuan warga Kabupaten Kepulauan Sangihe. 

Dilansir dari Suara.com, suasana penyambutan jenazah di kompleks Pelabuhan Tahuna dipenuhi isak tangis warga. Menunggu peti jenazah dibalut bendera merah putih diturunkan dari kapal.

Tak jauh dari pelabuhan, sudah bersiap sejumlah kendaraan dan ambulans untuk membawa jenazah Helmud Hontong ke Rumah Jabatan Wakil Bupati Sangihe untuk disemayamkan.

Salah satu warga Sangihe, Rukmiyati Makataku, mengaku merasa kehilangan sosok yang dikenal sangat baik dan dekat dengan rakyat.

“Beliau dikenal sangat familiar dengan warga masyakat Sangihe. Oleh sebab itu, kabar duka berpulangnya Wakil Bupati Helmud Hontong sangat mengejutkan kami sebagai warga masyarakat,” ujarnya.

Kabar berpulangnya Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Helmut Hontong menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan hampir seluruh rakyat Kepulauan Sangihe. Pasalnya, Wabup yang akrab dipanggil Embo ini dikenal sangat dekat dengan masyarakat.

Vokal Menolak Tambang

Helmud Hontong juga merupakan salah satu tokoh lokal yang berjuang dalam menolak izin tambang PT Tambang Mas Sangihe (TMS) di wilayah pemerintahannya. Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Nasional melalui akun Twitternya menyebutkan bahwa Helmud sempat menuliskan surat kepada kementerian ESDM pada 28 April 2021.

Ssinya menolak kotrak karya PT TMS yang diberikan ESDM karena dinilai berpotensi mersak lingkungan. Dalam surat tersebut, Helmud tak ingin limbah dari pertambangan tersebut merusak kesehatan masyarakat Sangihe.

“Sehubungan dengan diterbitkannya surat izin operasi Kontrak Karya PT Tambang Mas Sangihe (PT TMS) yang diberikan oleh Kementerian ESDM dengan nomor: 163 K/MB.04/DJB/2021 tanggal 29 Januari 2021, dengan luas wilayah Kontrak Karya seluas 42.000 ha, bersama ini kami mohon dipertimbangkan untuk dibatalkan,” bunyi surat yang dikeluarkan olehnya.

Dalam surat itu, politisi PDIP ini mengatakan, aktivitas pertambangan berpotensi merusak lingkungan daratan, pantai, komunitas mangrove, terumbu karang dan biota yang ada di dalamnya. Bahkan secara signifikan pertambangan itu berpotensi meningkatkan toksisitas lingkungan secara masif yang akan membawa dampak negatif terhadap manusia dan biota alam.

Selain itu, kata Helmud, pertambangan tidak akan membantu kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Pertambangan menurutnya hanya menguntungkan pihak tertentu.

“Belajar dari pengalaman di wilayah lain secara khusus di Sulawesi Utara, kegiatan pertambangan hanya memberi keuntungan pada pemegang kontrak karya, tapi tidak memberi kesejahteraan bagi masyarakat, bahkan meninggalkan kerusakan lingkungan yang fatal,” tulis Helmud dalam surat permohonan penolakannya.

Selain itu, dirinya juga meminta wilayah pertambangan bisa dijadikan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

Meninggal Dunia di Penerbangan 

Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong meninggal dunia di pesawat saat perjalanan pulang ke Manado, Rabu 9 Juni 2021. Helmud diketahui mengalami batuk dan kemudian mengeluarkan darah dari hidung dan mulut.

Pesawat yang ditumpangi Helmud Hontong adalah Lion Air JT.740 dari Denpasar menuju Makassar. Sebelum mendarat, pihak airlines dan bandara telah menerima pemberitahuan agar disiapkan ambulance di Bandara Makassar.

Begitu tiba, dokter dan perawat segera naik ke pesawat memeriksa Helmud Hontong yang dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sekitar pukul 16.20 WITA, dokter menyatakan Helmud Hontong telah meninggal dunia.

Jenazah kemudian dibawa ke klinik KKP Bandara Sultan Hasanuddin Makassar untuk ditangani lebih lanjut sebelum diberangkatkan ke Manado, Sulawesi Utara.

 


 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar