Polisi Bekuk Pelaku Pembunuhan Bocah 12 Tahun

  Sabtu, 12 Juni 2021   Praditya Fauzi Rahman
Satreskrim Polrestabes Surabaya meringkus WB, pelaku pembunuhan bocah 12 tahun di Kota Surabaya, Jumat (11/6/2021).

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM - Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap seorang pelaku pembunuhan terhadap bocah berinisial JM berusia 12 tahun. 

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo mengatakan, pelaku ditangkap personelnya saat sedang berada di Kabupaten Tangerang. Disana, ia tengah bersembunyi dan melarikan diri dari kejaran petugas usai membunuh teman dari anaknya saat bermain di kamar kosnya.

"Pelaku tinggal bersama 2 anaknya di kawasan Kupang Krajan Surabaya, kejadiannya pada Rabu (26/5/2021) lalu jam 12.00 WIB," kata Hartoyo saat press release, Jumat (11/6/2021).

Hartoyo mengatakan, saat kejadian, 2 anak pelaku berinisial WB bermain dengan JM diluar kamar kos. Mengetahui JM membawa smartphone, WB berupaya untuk mencuri. Namun, aksinya tak berjalan mulus lantaran dipergoki terlebih dulu oleh JM. 

Lantaran terdesak kebutuhan ekonomi, berupaya mencari alternatif lain agar aksinya bisa segera terlaksana. Seketika, WB mencari sebuah batu. Ketika berada di rumah tetangga yang sedang merenovasi rumah, WB mengambil sebuah paving.

AYO BACA : Data Zona Hijau, Kuning, Oranye, dan Merah Surabaya di Tengah Lonjakan Kasus Bangkalan

"Pelaku kemudian mengambil batu paving dari luar kos dan membawa masuk ke dalam kamar kos. Pelaku mengajak 2 anaknya dan JM untuk bermain di dalam kamar. Ketika 2 anaknya dan JM sedang bermain smartphone, tiba-tiba pelaku memukul paving itu ke arah leher dan kepala JM sebanyak 4 kali dari sisi kanan JM. Sehingga kepala JM retak dan pelaku langsung mengambil smartphonenya," ujarnya.

WB lantas mengajak 2 anaknya pergi dan meninggalkan korban dalam kamar kos. Dalam pelariannya, WB langsung menjual smartphone milik JM di sebuah counter di kawasan Simo, Surabaya. 

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian mengatakan, hasil penjualan smartphone itu dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan ke-2 anaknya. Pun dengan biaya akomodasi mereka ke sejumlah titik pelariannya. 

"Hasilnya digunakan unyuk kebutuhan sehari-hari dan biaya pulang ke Jawa Barat," tuturnya.

Sebelum menghembuskan nafar terakhir, JM sempat dirawat intensif di rumah sakit. Kemudian, JM dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (2/6/2021) lalu.

AYO BACA : Cara Mengatasi Asam Urat dengan Seledri & Cara Mengolahnya

Setelah menerima informasi adanya kejadian itu, Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya memburu pelaku berbekal keterangan dan barang bukti yang minim. Ditambah, pergerakan WB dan 2 anaknya yang nomaden setiap hari, kian mempersulit pencarian.

"Setelah WB melarikan diri bersama 2 anaknya usai menjual smartphone korban, pelaku pulang ke Jawa Barat (Jabar) berjalan kaki, menumpang kendaraan orang lain dan menggunakan kendaraan umum dengan meminta bantuan orang lain dari kota ke kota hingga Tangerang," tuturnya.

Sebelum tiba di Tangerang, WB melarikan diri dari kota ke kota, mulai dari Surabaya, Krian, Sidoarjo, Mojokerto, Solo, Kertosono, Jogjakarta, Wates, Purworejo, Kebumen, Purwokerto, Tasikmalaya, Cileunyi Bandung, Kampung Rambutan Jakarta, Jakarta, dan terakhir di Tangerang. Selama pelariannya, pelaku tinggal dari satu warung ke warung lain. Saat berada di Tangerang, pelaku langsung menuju rumah milik saudaranya. 

"Petugas kepolisian, Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan pengejaran pada WB. Ditangkap pada Rabu (9/6/2021) lalu jam 12.00 WIB,"  

Sementara itu, WB mengamini perbuatannya. Ia mengaku khilaf hanya demi menguasai smartphone untuk kebutuhan hidupnya.

WB mengaku kesal dengan dirinya sendiri lantaran selalu gagal dalam berwirausaha. Belakangan, ia telah menutup 2 kali usaha kuliner kecil-kecilan miliknya.

"Saya terpaksa, demi kebutuhan ekonomi. Saya sempat berjualan makanan, jual nasi kucing dan nasi goreng babat, tapi selalu gagal, sepi pembeli," katanya.
Selain kebutuhan ekonomi, WB mengaku stres usai rumah tangganya semrawut. Kini, kedua anaknya tengah dititipkan ke ibunya dan mendapat pendampingan dari psikolog.

 

AYO BACA : PENGUMUMAN KARTU PRAKERJA GELOMBANG 17, Cek Nama Peserta yang Lolos di Sini

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar