Waspada, Covid-19 Berpotensi Tingkatkan Risiko Diabetes

  Senin, 14 Juni 2021   Nur Khansa Ranawati
Ilustrais diabetes (Pixabay)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Penderita Covid-19 disebut memiliki potensi untuk mengidap penyakit diabetes. Berdasarkan analisis global dalam Journal of Diabetes, Obesity & Metabolism, sekitar 14,4 persen pasien Covid-19 berat yang dirawat di rumah sakit terkena diabetes setelahnya.

Hal tersebut salah satunya dialami oleh Anil Mehta (48), seorang penyintas Covid-19 asal India yang kini hidup dengan diabetes. Sebelum terkena Covid-19, Mehta merupakan sosok lelaki yang menerapkan pola hidup sehat dan tak memiliki faktor risiko seperti hipertensi atau obesitas.

Saat terkena Covid-19, Mehta mengalami gejala berat hingga harus dirawat di rumah sakit. Tak hanya itu, kondisi kadar gula darah Mehta juga melonjak hingga lebih dari 500 mg/dl.

Enam bulan setelah sembuh dari Covid-19, Mehta kini menjadi penyandang diabetes. Dia harus mengonsumsi dua obat setiap hari untuk menjaga kadar gula darahnya tetap terkontrol.

"Covid-19 memberikan saya diabetes sebagai hadiah perpisahan," ujar Mehta sebagaimana dilansir dari Republika, Senin 14 Juni 2021. 

Apa yang dialami oleh Mehta juga mungkin dialami sebagian penyintas Covid-19 lainnya.

Ahli endokrinologi Dr Sanjeev Phatak mengatakan Covid-19 dapat menyerang sel-sel beda di pankreas yang berperan dalam memproduksi insulin. "Serangan" ini bisa membuat sel gagal berfungsi atau fungsi sel mengalami gangguan. Kondisi tersebut akan memicu kadar gula darah yang tinggi atau diabetes.

Hal lain yang juga mungkin memicu terjadinya diabetes pada penyintas Covid-19 adalah penggunaan steroid. Akan tetapi, dampak dari penggunaan steroid hanya bersifat sementara.

Menurut para ahli, faktor-faktor risiko yang sudah ada sebelumnya seperti obesitas, hipertensi, gaya hidup sedentari, dan stres yang dipicu pandemi bisa menjadi pemicu. Pada pasien yang memiliki faktor-faktor risiko ini, Covid-19 dapat membuat manifestasi diabetes terjadi lebih cepat.

"Di banyak kasus, merupakan hal yang mungkin bahwa diabetes sebenarnya sudah terjadi tetapi tidak terdeteksi sebelumnya," papar ahli diabetes Dr Bansi Saboo.

Dr Saboo mengatakan saat ini ada sebuah studi di India yang sedang berlangsung untuk memahami peran Covid-19 dalam mempercepat munculnya diabetes. Studi ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah dampak tersebut bersifat sementara atau menetap.

Waspada Diabetes Tipe 1 

Studi terbaru mengungkap bahwa Covid-19 dapat menyebabkan diabetes, selain pneumonia dan masalah kesehatan lainnya. Virus corona tipe baru (SARS-CoV-2) bisa menginfeksi dan menghancurkan sel-sel tertentu yang sangat penting untuk mencegah diabetes.  

AYO BACA : Makanan yang Dianjurkan dan Harus Dihindari Penderita Diabetes

Berbekal pengetahuan itu, para ilmuwan berusaha memahami cara terbaik mencegahnya terjadi pada pasien Covid-19. Hal itu mengingat diabetes sudah menyumbang 10-15 persen kematian di Amerika Serikat. Pada 2017, hampir 34,2 juta orang (10,5 persen dari populasi AS) mengidap diabetes.

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS , sekitar 1,5 juta orang di sana didiagnosis mengidap diabetes setiap tahun. Dari seluruh pasien diabetes, hampir 1,6 juta di antaranya mengidap diabetes tipe satu, yakni penyakit autoimun yang menyerang sel beta pankreas untuk mengurangi produksi insulin.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Jennifer Ashton menjelaskan perbedaan antara diabetes tipe satu dan tipe dua. "(Pada) diabetes tipe satu, tubuh tidak memproduksi cukup insulin. Pada tipe dua, ada cukup insulin tetapi tidak bekerja dengan baik," ungkap Ashton.

Penurunan produksi insulin atau resistensi insulin menyebabkan tingginya kadar gula atau glukosa dalam darah. Tingkat glukosa yang tinggi ini, yang disebut hiperglikemia, adalah ciri khas diabetes.

Ashton tidak terlibat dalam studi yang mengungkap bahwa virus SARS-CoV-2 bisa memicu diabetes. Namun, dia menyoroti bahayanya kondisi ketika virus menghancurkan sel-sel di pankreas yang membuat insulin, sehingga akan menurunkan kadar insulin. Selanjutnya, kondisi itu akan langsung mengarah ke gula tinggi dan diabetes tipe satu.

Dia mewanti-wanti agar siapapun yang telah pulih dari Covid-19 mewaspadai gejala diabetes. Beberapa gejalanya antara lain rasa haus yang ekstrem, peningkatan frekuensi buang air kecil, penurunan berat badan yang tidak disengaja, serta kelelahan.

"Kuncinya adalah jika Anda didiagnosis dengan Covid-19 dan memiliki tanda atau gejala klasik diabetes tipe satu, lakukan tes diabetes," kata Ashton, dikutip dari laman ABC News. 

 

 

 

 

 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar