577 Pengendara di Suramadu Tolak Ikuti Tes Antigen

  Rabu, 16 Juni 2021   Andres Fatubun
Jembatan Suramadu. (aldocandra92 dari Pixabay )

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Satgas Covid-19 Surabaya juga mencatat sebanyak 577 orang yang terjaring penyekatan, menghindar saat akan dilakukan rapid antigen. Dengan rincian, 504 warga luar kota dan 73 lainnya warga Surabaya. Saat dipanggil petugas untuk dilakukan rapid antigen, mereka tidak ada di lokasi. Mereka pergi dengan meninggalkan KTP di posko penyekatan sebelum mengikuti rapid antigen.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menilai, langkah tersebut sangat berisiko. Sebab, mereka belum diketahui secara pasti kondisi kesehatannya seperti apa. Apalagi mereka diketahui usai mobilitas atau perjalanan dari luar kota.

"Ini kan cukup berisiko karena kita tidak tahu kondisi kesehatan seperti apa. Karena itu kita mengambil langkah antisipasi," kata dia, Selasa (15/6).

Langkah antisipasi yang dimaksud, kata dia, adalah untuk mencegah warga yang ber-KTP Surabaya itu tidak bisa mencetak ulang karena alasan kehilangan. Satgas Covid-19 pun bersurat ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disendukcapil) Surabaya agar dapat mengantisipasi hal itu.

"Jadi seandainya warga Surabaya ini menyatakan atau minta syarat kehilangan dari kepolisian untuk dicetakkan KTP lagi di Dispendukcapil, maka nanti akan diketahui," kata Febri.

Di sisi lain, Febri menegaskan, bahwa Satgas Covid-19 Surabaya juga melakukan tracing kepada warga Kota Pahlawan yang terjaring penyekatan dan menghindar saat akan dirapid antigen. Penelusuran dilakukan melalui data KTP yang ditinggalkan di posko penyekatan. Dimana petugas akan mendatangi rumah tinggalnya.

"Kalau itu warga Surabaya kita lakukan tracing karena kita tidak tahu kondisi kesehatannya seperti apa. Dari 73 warga yang meninggalkan KTP di posko penyekatan, 5 orang sudah mengambil di kantor Satpol PP setelah dilakukan rapid antigen dengan hasil negatif," ujarnya.

Febriadhitya mengungkapkan, setelah 11 hari melakukan penyekatan di Jembatan Suramadu, ada 354 pengendara yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan tes swab PCR. Adapun jumlah pengendara yang dilakukan tes rapid antigen, jumlahnya mencapai 27.839 orang.

"Kami sudah melaksanakan 27.839 rapid antigen. Dari jumlah rapid antigen tersebut, 595 orang hasilnya positif. Kemudian kami tindaklanjuti dengan swab PCR," kata Febri di Gedung Pemkot Surabaya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar