Dokter Ungkap Tips Berolahraga Bagi Penderita Diabetes

  Rabu, 16 Juni 2021   Nur Khansa Ranawati
[Ilustrasi] Penderita diabetes dapat mulai berolahraga secara perlahan namun konsisten (Pixabay).

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Berolahraga adalah hal yang baik dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Tak terkecuali bagi pasien diabetes, dimana olahraga dapat membantu mengontrol kadar gula darah.

Namun, terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan bagi pasien diabetes yang ingin kembali berolahraga. Duta merek aplikasi pelatihan kebugaran dan gaya hidup berbasis AI Freeletics, dokter Emeka Okorocha menekankan, pasien diabetes dapat berolahraga secara perlahan namun teratur.

Selain itu, mereka juga harus tetap memerhatikan asupan makanan sehari-hari. Pasalnya, kesehatan tubuh juga sangat dipengaruhi makanan.

"Pastikan Anda makan seimbang, diet padat nutrisi, menjaga tidur Anda, dan mencoba dan mengelola stres juga akan berkontribusi besar untuk menjalani gaya hidup sehat," kata Okorocha sebagaimana dilansir dari Republika, Rabu 16 Juni 2021.

Tips Olahraga untuk Penderita Diabetes

1. Lebih baik memulai dengan perlahan

Sukses datang dari kebiasaan yang stabil dan berkelanjutan. Jika Anda baru memulai dengan olahraga, para ahli menyarankan untuk melakukannya secara perlahan dan ditingkatkan. 

Direktur Klinis dan Pengawas Farmasi di Medicine Direct, Hussain Abdeh, mengatakan olahraga memengaruhi setiap orang secara berbeda. Jika Anda baru mulai berolahraga, Anda harus melakukannya perlahan dan melihat bagaimana aktivitas ringan dan sedang – seperti berjalan kaki atau bersepeda – memengaruhi Anda. 

"Jika Anda menemukan bahwa kadar glukosa Anda turun saat berolahraga, cobalah aktivitas yang berbeda atau bicarakan dengan dokter Anda tentang apa yang dapat membantu," ujar Abdeh.

 2. Cobalah latihan kardio dan resistansi

Beberapa hari Anda suka mengeluarkan keringat lewat latihan kardio, hari lain langsung ke area latihan beban atau resistansi. Untungnya, keduanya memiliki manfaat masing-masing.

Ahli Diet, Roxane Bakker, menyebut penelitian menunjukkan, baik latihan aerobik (kardio) maupun latihan ketahanan meningkatkan sensitivitas insulin dan meningkatkan kontrol glikemik (menyeimbangkan kadar gula darah). 

"Efek olahraga masih dapat dilihat 24 jam setelah aktivitas fisik dengan memengaruhi sensitivitas tubuh terhadap insulin dan pada gilirannya, menyebabkan gula darah Anda tetap konstan," ujar Bakker.

Bakker mengatakan, ini tergantung pada jenis diabetes yang Anda miliki. Sebab, olahraga dapat memengaruhi gula darah Anda dengan cara yang berbeda. Jika Anda memiliki diabetes tipe 1, berolahraga dapat berdampak pada kadar glukosa Anda dan kadar Anda dapat naik atau turun tergantung pada jenis olahraga yang Anda lakukan. 

"Misalnya, berlari dan bermain sepak bola dapat menyebabkan kadar glukosa Anda meningkat. Namun, olahraga ringan untuk penderita diabetes tipe 2 dapat membantu otot Anda mengambil lebih banyak glukosa, yang berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah Anda," ucap Bakker.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar