Per 16 Juni, 2 Kecamatan di Jombang Masuk Zona Merah

  Rabu, 16 Juni 2021   Andres Fatubun

JOMBANG, AYOSURABAYA.COM -- Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Jombang terus bertambah sejak tiga hari terakhir. Praktis, Jombang yang sebelumnya zona kuning (risiko rendah) berubah menjadi zona oranye (risiko sedang).

Bukan itu saja, peta di 21 kecamatan juga mengalami perubahan yang signifikan. Saat ini, dua kecamatan yang berstatus zona merah, yakni Kecamatan Jombang (kota) dan Gudo. Sebelumnya, dua kecamatan tersebut bersatus zona oranye.

Kemudian sejumlah kecamatan yang sebelumnya berstatus zona hijau (nihil positif covid), juga berubah menjadi zona kuning. Praktis, kawasan zona hijau hanya menyisakan lima kecamatan. Masing-masing Kecamatan Ngusikan, Kudu, Bareng, Wonosalam, serta Kecamatan Perak.

Berdasarkan data di laman Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang yang di-update pada Rabu (16/6/2021) pukul 13.00 WIB, jumlah pasien aktif Covid-19 sebanyak 55 orang. Jumlah itu meningkat tajam dibanding sehari sebelumnya yang berjumlah 45 pasien. Bahkan pada hari sebelumnya lagi, hanya 34 orang positif Covid. Ada penambahan 21 orang selama dua hari.

Dari jumlah tersebut, Kecamatan Gudo dan Jombang (Kota) menjadi penyumbang pasien Covid terbesar. Masing-masing terdapat 13 orang. Tempat selanjutnya yang menjadi penyumbang adalah Kecamatan Megaluh sebanyak 5 pasien, Diwek 4 pasien, serta Bandarkedungmulyo, Tembelang dan Sumobito yang masing-masing berjumlah 3 pasien positif.

AYO BACA : 577 Pengendara di Suramadu Tolak Ikuti Tes Antigen

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho membenarkan adanya peningkatan yang cukup signifikan tersebut. “Tadi pagi kita menggelar rapat dengan tiga pilar (Pemkab dan Kodim/0814) menyikapi peningkatan pasien Covid tersebut. Saat ini Kabupaten Jombang berubah menjadi zona oranye,” kata Kapolres ketika ditemui di Balai Desa Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Rabu (16/6/2021).

Kapolres Jombang menambahkan, sebenarnya sempat ada penurunan hingga angka 18 pasien pascalebaran. Namun seiring laju waktu, peningkatan sangat tinggi kembali terjadi. Oleh sebab itu, Kapolres meminta masyarakat tidak kendor dalam menerapkan prokes (protokol kesehatan). Yakni, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jaraj, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

Apakah akan diterapkan jam malam? Agung belum berani memberikan kepastian. Pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dulu dengan Pemkab Jombang. Namun untuk sementara, sosialisasi tentang pentingnya prokes kembali digenjot.

“Seperti hari ini kita sosialisasi prokes di Balai Desa Kepatihan. Kalau angka pasien Covid-19 menurun lagi, jam malam tidak akan diberlakukan. Akan tetap kami akan melakukan koordinasi terlebih dulu dengan Pemkab Jombang,” pungkas Agung. 

 

AYO BACA : Kabupaten Bangkalan Dinyatakan sebagai Zona Merah !

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar