Simak Penyebab dan Solusi Rambut Rontok Pada Pria

  Minggu, 20 Juni 2021   Nur Khansa Ranawati
Ilustrasi menata rambut (Unsplash)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kerontokan rambut adalah salah satu hal yang dapat memicu stres hingga menurunkan rasa percaya diri pada pria, terutama ketika telah mengarah pada kebotakan. Terdapat sejumlah hal yang dapat memicu kebotakan pada pria.

Dilansir dari Republika, Minggu 10 Juni 2021, Dr Adam Friedmann, konsultan dermatologis di Stratum Clinics, mengatakan dalam hal mengetahui dan mengobati jenis kerontokan rambut yang dialami, cara terbaik adalah menghubungi konsultan dermatologis.

Dr Adam Friedmann menjelaskan sebab konsultan akan melakukan diagnosis melibatkan konsultasi, pemeriksaan kulit kepala lengkap dan terkadang tes darah untuk menentukan apakah ada kekurangan atau masalah hormonal. "Jika ada penyakit kulit kepala atau diagnosis tidak langsung, biopsi kulit kepala mungkin dilakukan untuk memeriksa proses pada tingkat mikroskopis," kata dia.

Berikut beberapa fakta mengenai kerontokan rambut yang mungkin bermanfaat untuk Anda:

1. Kerontokan rambut bisa terjadi pada usia berapa pun

Rambut rontok sangat umum, dan memengaruhi setengah dari pria di atas usia 50 tahun, meskipun bagi banyak orang itu dimulai jauh lebih awal dalam kehidupan. Menurut dr Fiona Worsnop, konsultan dermatologis di The Harley Street Dermatology Clinic, beberapa bentuk kerontokan rambut, seperti alopecia areata, bahkan bisa muncul pertama kali pada masa kanak-kanak. Itu benar-benar dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi kerontokan rambut dapat diobati setelah penyebabnya diketahui.

"Jadi jika itu menimbulkan kekhawatiran, diagnosis adalah langkah penting pertama dalam menentukan perawatan mana yang cocok," ujarnya.

2. Stres dapat berperan

Telogen effluvium adalah stres atau penyakit yang berhubungan dengan kerontokan rambut. Friedmann mengatakan bahwa peningkatan proporsi rambut bergeser dari fase tumbuh ke fase rontok. Ini terjadi karena gangguan siklus rambut normal yang mungkin disebabkan oleh trauma berat seperti kehilangan keluarga atau mungkin pengobatan baru.

Saat stres, kadar kortisol dan adrenalin meningkat lebih sering dan lebih lama. Rambut tumbuh dan kemudian mencapai fase istirahat di mana pada akhirnya akan rontok, dan itu normal. Tetapi dalam kasus kerontokan rambut jenis telogen effluvium, hormon stres yang disebut neuropeptida mendorong rambut keluar dari fase tumbuh ke fase istirahat, memperlambat pertumbuhan kembali ke titik penipisan rambut lebih jelas.

3. Makan sehat adalah kuncinya

Pemicu penting lainnya untuk kerontokan rambut adalah penurunan berat badan secara tiba-tiba atau perubahan dramatis dalam pola makan, yang keduanya dapat memicu telogen effluvium.

Untuk itu, memilih makanan yang bervariasi dan kaya nutrisi, dengan banyak protein dan buah-buahan serta sayuran akan melawan stres oksidatif, menyediakan lingkungan optimal untuk pertumbuhan rambut. Penting juga untuk memperbaiki kekurangan yang mendasarinya, terutama zat besi dan vitamin B12.

4. Perawatan 

Kuncinya adalah mengatasi sedini mungkin. "Idealnya segera setelah Anda melihat adanya penipisan atau kerontokan rambut, karena semakin cepat Anda dapat memulai perawatan, semakin besar peluang Anda untuk mencapai pemulihan yang baik," jelas Worsnop.

Salah satu perawatan utama untuk kebotakan pada pria adalah Minoxidil, yang cenderung meningkatkan suplai darah sehingga meningkatkan pertumbuhan kembali rambut.

 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar