1 dari 8 Anak Terserang Covid-19, Waspadai Infeksi Virus Corona pada Anak

  Selasa, 22 Juni 2021   Andres Fatubun

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebutkkan kasus terkonfirmasi positif Covid 19 pada anak usia 0-18 tahun mencapai 12,5 persen dari total kasus yang terjadi di Indonesia. 

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Aman B. Pulungan, mengatakan berdasarkan data nasional saat ini, satu dari delapan kasus terkonfirmasi Covid-19 adalah anak-anak. Data IDAI menunjukkan, tingkat kematian atau case fatality rate pada anak berusia 0-18 tahun mencapai 3%-5%.

Waspadai Infeksi Virus Corona pada Anak

Mengutip alodokter, gejala COVID-19 pada anak cenderung ringan seperti pilek biasa, atau bahkan bisa tanpa gejala. Hal ini diduga karena pada anak-anak, kelenjar timus yang terlibat dalam sistem imun tubuh masih bekerja secara maksimal.

Gejala infeksi virus Corona yang bisa muncul pada anak meliputi:

  1. Demam
  2. Pilek
  3. Radang tenggorokan atau tenggorokan kering
  4. Batuk-batuk
  5. Sesak napas

Selain itu, gejala gangguan pencernaan, seperti muntah dan diare, juga bisa terjadi meskipun sangat jarang. Walaupun umumnya ringan, gejala pada anak-anak juga bisa berkembang menjadi syok sepsis dan acute respiratory distress syndrome atau gagal napas akut yang sangat berbahaya.

Bila Anda mencurigai Si Kecil memiliki gejala atau baru saja mengajak buah hati bepergian ke negara yang terjangkit virus Corona, seperti Tiongkok, Korea Selatan, atau Italia, Anda bisa mencoba mendeteksi apakah Si Kecil berisiko terinfeksi virus Corona dengan klik gambar di bawah ini.

Cara Mencegah Infeksi Virus Corona pada Anak

Virus Corona (SARS-CoV-2) telah menyerang puluhan ribu orang di berbagai negara dan memakan ribuan korban jiwa. Saat ini pun telah terkonfirmasi ada 2 warga negara Indonesia yang positif terjangkit COVID-19.

Berikut ini adalah cara pencegahan infeksi virus Corona atau COVID-19 yang bisa diterapkan orang tua pada anak:

1. Ajari anak mencuci tangan dengan benar
Ajarkan Si Kecil untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan ia membasuh seluruh bagian tangan, termasuk punggung tangan, sela-sela jari, dan ujung kuku.

Biasakan anak untuk mencuci tangannya secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menyentuh hewan, serta setelah batuk atau bersin.

Anda juga bisa menyediakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% di dalam tas sekolahnya untuk digunakan bila tidak ada air dan sabun saat perlu mencuci tangan.

2. Biasakan anak menggunakan masker
Penggunaan masker juga dapat mencegah penularan virus Corona pada anak, meskipun tidak seefektif penggunaan masker pada orang yang sakit untuk mencegah penyebaran penyakit ke orang lain.

Pilihlah masker yang ukurannya pas untuk anak-anak dan anjurkan Si Kecil memakai masker bila berada di dekat orang yang sedang sakit. Jangan lupa untuk mengajarinya cara memakai masker yang benar dan ingatkan untuk selalu mencuci tangan sebelum dan setelah menyentuh masker.

3. Berikan anak makanan bergizi
Asupan nutrisi yang kaya akan sayuran dan buah-buahan tinggi beta karoten, seperti wortel dan jeruk, diketahui dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh anak untuk melawan infeksi, termasuk infeksi virus Corona.

Guna membangun daya tahan tubuh yang kuat untuk mencegah infeksi virus Corona pada anak, jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Selain itu, pastikan makanan yang diberikan kepada Si Kecil telah dimasak hingga matang.

4. Ajak anak untuk rutin berolahraga
Tidak hanya menjaga kebugaran, berolahraga dapat memperkuat daya tahan tubuh untuk melawan infeksi. Oleh karena itu, ajaklah Si Kecil untuk rutin berolahraga, minimal 30 menit sehari.

Pilih olahraga yang disukai Si Kecil. Olahraga apa pun dan di mana pun, asalkan dilakukan dengan rutin dan membuat tubuh Si Kecil aktif bergerak, dapat menjadi cara yang efektif untuk menjaga kesehatannya dan melindunginya dari infeksi virus Corona.

Selain dengan menerapkan cara-cara di atas, ingatkan juga Si Kecil untuk menutup mulut dengan tisu saat bersin atau batuk, serta tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan.

Pencegahan infeksi virus Corona pada anak sebenarnya sama dengan cara pencegahan pada orang dewasa. Namun, perlindungan penyakit pada anak juga perlu ditambah dengan melengkapi imunisasinya. Walaupun belum ada vaksin COVID-19 untuk anak, pastikan Si Kecil mendapatkan imunisasi dasar yang lengkap dan sesuai jadwal.

Selain itu, sebisa mungkin hindari anak berpergian ke luar rumah, kecuali ketika ada keperluan yang sangat penting, misalnya jika sudah saatnya imunisasi. Ini mungkin bisa membuatnya merasa bosan, namun membatasi berpergian sangat penting untuk menghindarkannya dari penularan virus Corona. Jika memungkinkan, cobalah untuk menjelaskan tentang bahaya virus Corona pada anak.

Jika Si Kecil menunjukkan gejala flu dan mengalami demam, sebaiknya biarkan ia beristirahat di rumah. Anda bisa chat dokter langsung di aplikasi Alodokter untuk berkonsultasi mengenai keluhannya. Bila perlu, Anda juga bisa membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi ini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar