Harapan Kelompok Tunanetra Kota Pahlawan Berwirausaha lewat E-Commerce

  Rabu, 23 Juni 2021   Praditya Fauzi Rahman
Suasana pelatihan E-Commerce yang diikuti puluhan peserta tunanetra di Gedung Wanita Surabaya, Selasa (22/6/2021).

GUBENG, AYOSURABAYA.COM -- Puluhan pemuda yang tergabung dalam Komunitas Mata Hati Surabaya dan Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Surabaya menggelar pelatihan Pemanfaatan E-Commerce dan Media Sosial untuk Difabel Netra. Kegiatan itu digelar sejak tanggal 21 hingga 23 Juni 2021.

Instruktur copy writing pelatihan pemanfaatan E-Commerce, Danny Heru, mengatakan pelatihan tersebut diikuti oleh 20 tunanetra.

Dalam pelatihan itu, Danny membagikan materi tentang soft selling agar peserta mengetahui cara membuat pelanggan tertarik dan membeli produk yang dijual.

Danny merupakan seorang tunanetra yang sukses melakoni bisnis minuman herbal sejak 2019. Kini ia dipercaya menjadi bagian tim kreatif wakil Wali Kota Surabaya.

Menurutnya, teknologi komunikasi yang ada saat ini sangat membantu tunanetra untuk mengakses beragam hal. Namun, tak sedikit pula tunanetra yang sulit mengadaptasi perangkat dan cenderung sukar memanfaatkannya.

Dibanding satu dekade sebelumnya, Danny menilai, perkembangan teknologi informasi dan infrastruktur internet memungkinkan seseorang bekerja lebih cepat dan efisien. Termasuk bagi tunanetra.

"Waktu jaman Nokia, setengah modar (setengah mati), cuma bisa dipakai telepon," kata Danny, Selasa (22/6/2021).

Danny mengatakan ponsel zaman dahulu hanya bisa untuk menerima dan mengirimkan pesan saja. Berbeda dengan saat ini. Ponsel bisa digunakan untuk menonton, browsing, dan beriklan.

Salah satu pengurus Komunitas Mata Hati, Fadlaqal Jamal Gofiru Aswar, menuturkan perlu ada beragam pelatihan yang bersifat edukatif bagi komunitas difabel. Dengan begitu, akses internet dan ponsel yang lebih canggih dapat dioptimalkan. 

"Biasanya, event (pelatihan) diselenggarakan Kominfo, ada badannya namanya BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi). Setahu saya pemerintah rutin mengadakan (pelatihan dan kompetisi TIK) untuk disabilitas," tuturnya.

Pria yang kerap disapa Ipung itu juga mengapresiasi upaya pemerintah dalam menggelar beragam pelatihan tersebut. Sebab, ia sendiri merupakan alumni program pelatihan dan pernah mengikuti pelatihan menggunakan Microsoft Excel di tahun 2020. 

Bermodalkan pelatihan itu, Ipung mengaku lebih berkompeten dalam melakoni pelbagai kebutuhan program yang dipercayakan donatur. Salah satunya adalah dalam menyusun anggaran yang dipercayakan kepadanya.

"Misalnya, menyusun anggaran. Dulu minta tolong orang, sekarang bisa (bikin) sendiri. Dengan skill itu saya jadi bisa menjalankan kebutuhan program," katanya.

Selain mengajarkan peserta tentang bagaimana menembus produk dan barang jasa ke bursa toko digital, setiap peserta juga diberi bekal khusus untuk membuat postingan produk agar lebih menarik. 

"Dengan aplikasi yang sudah dikuasai, menu handphone apapun bisa dioperasikan dan mereka harus menjadi pelaku pasar digital," tuturnya.

Cerita Tutik

Salah satu peserta pelatihan, Tutik Mulyani, menceritakan manfaat dari pelatihan tersebut.

Tutik mengaku senang bisa mengikuti pelatihan itu. Ia ingin dagangan kripik ususnya semakin laris dan dikenal khalayak.

"Saya ingin makanan olahan, terutama kripik usus saya laris manis di pasar digital," ujarnya, lalu mendengarkan instruksi tools lagi.

Tutik mengungkapkan, selama ini kripik usus buatannya hanya dipesan rekan media sosialnya saja. Meski senang, namun ia ingin produknya lebih dikenal secara luas dan menjadi primadona di pasaran. 

Dengan memanfaatkan medsos tanpa aplikasi, Tutik mengaku bisa meraup omset hingga Rp 1 juta per bulannya. Meski begitu, ia ingin memiliki pasar yang lebih besar dan cakupan yang lebih luas secara daring.

Tutik mengaku sangat ingin menjadi wirausaha yang sukses. Maka dari itu, ia berupaya menekuni setiap pelajaran dan pengalaman yang diperoleh kendati kondisinya tak seberuntung orang normal lainnya.

"Biasanya dipesan temen Grup WA dan FB. Saya ingin sekali menjadi wirausaha yang sukses," tuturnya.

 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar