Penyekatan di Suramadu Dihentikan, Gantinya Warga Harus Punya SIKM

  Kamis, 24 Juni 2021   Praditya Fauzi Rahman
Penyekatan di Jembatan Suramadu. (Ayosurabaya/Praditya Fauzi Rahman)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM --Panglima Kodam V/Brawijaya, Mayor Jenderal (Mayjend) TNI Suharyanto mengatakan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jawa Timur sepakat menghentikan penyekatan di kawasan Jembatan Surabaya-Madura.

Sebagai gantinya, Suharyanto menjelaskan, kini diterapkan skema Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Keputusan tersebut diambil usai melakukan diskusi bersama sejumlah instansi terkait.

"Kalau kita, sudah sependapat semua, sementara (penyekatan Suramadu) dihentikan," kata Suharyanto, Kamis (24/6/2021).

Suharyanto menyatakan, penyekatan dan pengetatan digeser di Kabupaten Bangkalan saja, tepatnya tingkat kecamatan, desa atau kelurahan sampai RT atau RW. Nantinya, warga yang mobilitas pulang pergi melalui Suramadu, harus mengantongi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM)

"(Bawa SIKM) silakan lanjut lewat jembatan menuju Surabaya. Yang tidak, dipaksa balik kanan atau rapid antigen sebagai syarat pembuatan SIKM," ujarnya

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memastikan, pihaknya hanya bertugas memastikan kebijakan tersebut. Dengan mengantungi SIKM, warga Bangkalan yang masuk ke kota pahlawan dipastikan tak terpapar Covid-19.

"Kami akan melakukan itu (pemeriksaan) di tempat-tempat di dalam Surabaya saja. Di Surabaya, tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan," tuturnya.

Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin Imron mengaku siap perihal pemberlakuan penyekatan di jalur Madura menuju Surabaya. Ia ingin seluruh pihak melakukan sosialiasi terlebih dulu, agar kejadian aksi unjuk rasa oleh warga yang merasa dirugikan tak terulang kembali.

"Saya konfirmasi ke Bupati Madura yang lain, di Sumenep sudah menerapkan SIKM mulai besok (Jumat, 25/6/2021), di Sampang sudah jalan (SIKM)," tutupnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar