Polda Jatim Bekuk Pria Penyebar Kebencian soal Penyekatan Suramadu

  Kamis, 24 Juni 2021   Andres Fatubun
Polda Jatim saat membeberkan kasus pria asal Bangkalan yang menyebarkan konten kebencian di media sosial. (Humas Polda Jatim)

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM -- Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim meringkus seorang pria berinisial UF (25). Pemuda asal Nyiur, Desa Pangpong, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, itu terbukti melakukan dugaan ujaran kebencian melalui media sosial (medsos) Facebook dengan nama akun "Umar Fauzhi Aschal".

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan pihaknya membekuk pelaku usai mendapati ujaran kebencian yang dilakukan UF pada Selasa (22/6/2021) sore sekitar pukul 16.00 WIB dengan menulis status provokatif pada grup 'Kabar Bangkalan'. Status tersebut berbunyi, "Sekilas info malam ini jam 7, sehubungan antar Kabupaten diadakan kumpul bersama yakni tretan madureh di tanean suramadu yang katanya mau ngerusak atau bakar tenda merapat tretan".

Gatot menegaskan, perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan. Di Bangkalan, Madura, Jatim pun demikian. atas dasar itu lah, pemerintah melakukan penyekatan di Jembatan Suramadu.

"Tujuannya, untuk menekan penyebaran Covid-19," kata Gatot, Kamis (24/6/2021).

Sayangnya, ditengah upaya menekan penyebaran Covid-19, masih ada masyarakat yang melakukan kegiatan dengan menyebarkan berita yang menimbulkan gejolak di Madura, Sehingga tim dari Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim mengamankan seorang yang menyebarkan ujaran kebencian dengan mengajak masyarakat melawan upaya pemerintah Jatim dalam melakukan penyekatan di Suramadu dengan beberapa kali memposting ujaran kebencian.

"Kami mengamankan barang bukti 1 buah smartphone milik pelaku," ujarnya.

Wadirkrimsus Polda Jatim, AKBP Zulham Effendy menjelaskan, modus pelaku memposting narasi ajakan kepada kelompok di Madura untuk melakukan aksi terhadap penyekatan Suramadu. Atas dasar postingan itu, petugas melakukan patroli siber dan dilakukan penyelidikan.

"Didapat pemilik akun dan akhirnya diamankan. Saat di interogasi, pelaku hanya ikut-ikutan," tuturnya

Setelah diamankan, pelaku menyesali perbuatannya dan berjanji tak mengulangi perbuatannya. Pelaku dikenakan Pasal 45A ayat (2) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dengan ancaman paling lama 6 tahun dan Pasal 14 UU Nomor 1 tahun 1946 dengan ancaman pidana 10 tahun.

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar