Ahli Gizi Bagikan Cara Mengolah Daging Kurban Bebas Kolesterol

  Rabu, 21 Juli 2021   Praditya Fauzi Rahman
Mengolah daging kurban agar terbebas dari kolesterol jahat. (Usman Yousaf on Unsplash)

WONOCOLO, AYOSURABAYA.COM -- Setiap perayaan Hari Raya Idul Adha, umat muslim di seluruh dunia melakukan pemotongan hewan kurban. Dalam tradisi perayaannya, masyarakat Indonesia kerap mengolah daging kurban baik kambing maupun sapi, menjadi berbagai hidangan.   

Namun tak semua orang mengetahui bagaimana cara mengolah dan memasak daging kurban secara baik dan benar. Pun dengan cara mengonsumsinya bagi masyarakat yang memiliki penyakit penyerta seperti kolestrol, jantung, hingga darah tinggi. 

Lantas, bagaimana sebenarnya cara mengolah daging kurban yang baik dan benar?

Pekan Ini, Surabaya Berstatus Zona Merah

Dosen S1 Gizi Fakultas Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Rizki Nurmalya Kardina mengatakan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebelum memasak daging kurban. Hal paling utama adalah membuang lemak. 

Rizki menuturkan, dalam daging kurban, baik sapi maupun kambing, ada beberapa bagian terdapat kandungan lemak. Dengan menghilangkan lemak, Anda tak perlu khawatir daging tersebut masih berlemak tinggi atau tidak.

"Mengurangi lemak, lalu bisa diolah dengan berbagai cara, bisa dibuat sup, dibakar, atau beragam cara lain," kata Rizki melalui keterangan tertulis, Rabu (211/7/2021). 

Zona Merah di Jatim Naik dari 19 Menjadi 33 Kabupaten/Kota, Ini Daftarnya

Rizki menerangkan, ketika memasak daging kurban pun seharusnya tak sembarangan. Selain memasak, juga bisa mengimbangi santap lezat Anda dengan buah buahan dan sayur mayur. Dengan begitu, mineral dan vitamin yang dibutuhkan dalam tubuh dapat terpenuhi. 

Kemudian, untuk konsumsi karbohidrat, tak melulu harus dengan nasi. Bisa juga diganti dengan kentang atau ubi. 

"Lebih baik, pengolahan daging diimbangi vitamin lain, ada pada sayuran," ujarnya

Rizki menyebutkan, ada beberapa olahan daging yang paling kerap dimasak saat lebaran kurban, seperti tongseng, rawon, hingga sate. Menurutnya, cara pengolahan daging dengan cara tersebut justru menyumbang lemak dan kalori lebih besar. Sehingga, bisa berdampak pada penyakit hipertensi, kolesterol, hingga obesitas. 

Untuk menghindari atau meminimalisasi dampaknya, Anda bisa mengisi piring dengan 1/3 makanan pokok. Lalu, 1/6 untuk lauk hewani atau daging. Atau, bisa juga dilakukan dengan 1/3 sayur mayur dan 1/6 buah-buahan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar