Peta Jatim Memerah, 86 Persen Wilayahnya Berstatus Zona Risiko Tinggi atau Zona Merah

  Kamis, 22 Juli 2021   Andres Fatubun

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Peta Jatim memerah karena sekitar 86 persen wilayahanya atau 33 dari 38 kabupaten/kota di Jatim saat ini berstatus risiko tinggi penularan Covid-19 atau masuk Zona Merah. Sedangkan, sisanya lima kabupaten/kota berada di zona oranye atau risiko sedang.

Zona merah di Jatim pekan ini meningkat tajam bila dibandingkan sepekan sebelumnya yang hanya berjumlah 19 kabupaten/kota.

Anggota Satuan Tugas Kuratif Covid-19 Jatim, dr. Makhyan Jibril, menjelaskan penyebab bertambahnya zona merah karena kasus yang meningkat selama sepekan terakhir. 

Zona Merah di Jatim Naik dari 19 Menjadi 33 Kabupaten/Kota, Ini Daftarnya

 

"Penentuan zona dari Satgas Pusat juga karena didasarkan 15 indikator epidemiologi mingguan," jelasnya. 

Selain itu, kata dia, juga disebabkan faktor peningkatan kapasitas testing (pengujian) maupun pemeriksaan sampel yang naik tiga kali lipat.

Permohonan Maaf Gubernur Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta maaf jika penanganan Covid-19 di wilayah setempat belum dapat memuaskan seluruh masyarakat. "Atas nama Pemprov Jatim, saya meminta maaf jika penanganan Covid-19 di Jatim belum dapat memuaskan seluruh masyarakat," ujar Khofifah dalam postingan yang diunggah di akun instagram pribadinya, @khofifah.ip pada Selasa (20/7) malam.

Pemprov Jatim, kata dia, sangat memahami dampak perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat ini tidak ringan bagi masyarakat. Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo mengumumkan perpanjangan PPKM darurat hingga 25 Juli 2021 dan akan melakukan pembukaan secara bertahap mulai 26 Juli 2021.

"Insya Allah, jika angka kasus baru Covid-19 terus melandai maka 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap," ucap gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.

Pemprov Jatim, lanjut dia, bersama Forkopimda serta kabupaten/kota se-Jatim terus berupaya semaksimal mungkin memutus penyebaran Covid-19, sekaligus mempercepat vaksinasi hingga pelosok agar pandemi ini segera berakhir. Gubernur Khofifah memohon kerja sama seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi seluruh peraturan selama pelaksanaan PPKM darurat, tetap disiplin protokol kesehatan, dan segera mengikuti vaksinasi.

"Kepada semua warga Jawa Timur tetaplah semangat. Pengurus RT, RW, kamituwo tetaplah di garda depan melayani warga, terutama yang sedang isolasi mandiri," kata dia.

"Semoga Allah SWT meringankan beban kita, membukakan pintu untuk menyelesaikan masalah ini serta melindungi kita semua dan bangsa ini," kata Khofifah menambahkan pada pesan yang diunggah setelah Jokowi mengumumkan perpanjangan PPKM darurat tersebut.

Sementara itu, pada Selasa (20/7) malam atau saat Presiden Jokowi mengumumkan perpanjangan PPKM darurat, menyampaikan jika tren kasus terus mengalami penurunan maka 26 Juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap. Pemerintah telah menerapkan PPKM darurat di provinsi-provinsi di Pulau Jawa-Bali, serta 15 kabupaten/kota di luar Jawa dan Bali pada 3-20 Juli 2021.

Khofifah merupakan pejabat keempat yang menyatakan permintaan maaf terkait penanganan Covid-19. Sebelumnya, ada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

 

 

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar