Pemkot Surabaya Siagakan Refill Tabung Oksigen Mobile

  Kamis, 22 Juli 2021   Praditya Fauzi Rahman
Tabung oksigen. (Michael Schwarzenberger dari Pixabay)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Pemerintah Kota Surabaya menyediakan pengisian ulang tabung oksigen secara mobile untuk warganya yang terkonfirmasi Covid-19.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, menjelaskan pengisian tabung oksigen dengan cara mobilisasi itu bertujuan untuk mempercepat dan menunjang fasilitas kesehatan kepada publik.  

"Di setiap rumah sakit itu ada tabung-tabung oksigen (yang telah disiapkan)," kata Febriadhitya melalui keterangan tertulis, Kamis (22/7/2021).

Pengisian ulang oksigen dilakukan di beberapa titik, antara lain PKM Medokan Ayu dan Simomulyo, Hotel Asrama Haji (HAH), Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT), RSUD dr Soewandhie, sampai RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH). Menurut Febri, setiap hari, sekitar 200 tabung oksigen dilakukan pengisian ulang yang dilayani dengan beberapa unit 'pickup on call'.

Peta Jatim Memerah, 86 Persen Wilayahnya Berstatus Zona Risiko Tinggi atau Zona Merah

"Sekitar 200an tabung lebih (dilakukan pengisian ulang) setiap harinya. Itu kira-kira kita melayani dengan 9 unit pick up on call," ujarnya.

Febri menerangkan, ada pelayanan yang berbeda untuk RSUD BDH, yakni pengisian ulang tabung oksigen dilakukan 2 kali jalan, lantaran jumlah tabung oksigen yang dimiliki pemkot untuk mentransfer terbatas. Kendati demikian, pemkot juga menyediakan tabung oksigen di RSLT. Mengingat, kebutuhan oksigen di sana masih tinggi. Sebab, tak hanya digunakan untuk merawat OTG dan gejala ringan, tapi juga pasien dengan saturasi oksigen di bawah 80%.

"Misal, ambil 40 (tabung), kemudian balik lagi (mengisi) yang kosong lagi," tuturnya. Karena prediksinya kemarin sebenarnya RSLT untuk pasien OTG dan gejala ringan, tapi ternyata yang masuk di sana, kategori saturasinya sudah di bawah 80%," katanya.

Melihat semakin tingginya kebutuhan oksigen di RSLT, pemkot melengkapi alat oksigen konsentrator sekitar 100 unit. Alat tersebut bisa mengonversi udara menjadi oksigen medis hanya dengan disambungkan ke aliran listrik. Tapi, kelemahan alat itu adalah mempunyai daya yang tinggi. Artinya, apabila semakin banyak pasien di RSLT yang membutuhkan oksigen, otomatis pemakaian unit oksigen konsentrator juga semakin banyak. Dampaknya, bisa terjadi pemadaman listrik seperti beberapa waktu lalu.

"Sama Pak Wali Kota juga diberikan satu alat lagi yang sifatnya personal. Artinya, satu orang dikasih alat yang namanya oksigen konsentrator. Dan itu (daya) diluar dugaan, ternyata kapasitasnya besar, sekitar 500 watt per satu unit (oksigen konsentrator), total ada sekitar 100an alat. InsyaAllah, kemarin sudah ada perbaikan, mudah-mudahan sudah tidak ada lagi listrik mati," tutur dia. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar