Eri Minta Warga Surabaya Jangan Takut Melapor Terpapar Covid-19

  Kamis, 22 Juli 2021   Praditya Fauzi Rahman
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, saat meninjau vaksinasi Covid-19 warganya. (ericahyadi_)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, meminta warganya agar tak perlu malu dan takut apabila terkena Covid-19. Sebab, penyakit tersebut terbukti bisa disembuhkan. Tercatat hingga hari ini, 22 Juli 2021, jumlah pasien yang sembuh sebanyak 28.053 orang. 

"Jangan malu kena Covid-19, ini penyakit yang bisa disembuhkan. Semakin cepat tahu, semakin cepat disembuhkan, bisa ditarik dan lebih mudah memantau dan beri obat," kata Eri, Kamis (22/7/2021).

AYO BACA : Peta Jatim Memerah, 86 Persen Wilayahnya Berstatus Zona Risiko Tinggi atau Zona Merah

Maka dari itu, Eri mewanti-wanti warga Kota Surabaya untuk segera memeriksa apabila mengalami gejala Covid-19. Baik di klinik, puskesmas, maupun rumah sakit. Dengan begitu, kondisi kesehatan pasien bisa tertangani dan segera tertolong. Mengingat, angka Covid-19 kian meningkat. 

"Dia sakit, mau ngobat takut sadar kalau Covid-19, pakai obat flu, lalu 3 hari tambah sesak, di rumah meninggal, bukan karena lapor. Tapi kalo lapor kan kita nggak tahu dia sudah Covid-19 apa engga kalo nggak antigen. Dia sakit tapi belum swab, kita nggak bisa bilang Covid-19. Bukan belum lapor, tapi belum periksa," ujarnya.

Kasus Kematian Menurun 

AYO BACA : 3 Bansos yang Akan Diterima Warga Banyuwangi di Bulan Juli

Eri menyebutkan, kasus kematian karena Covid-19 dan disemayamkan sesuai prokes sudah menurun. Menurutnya, ada penurunan 50 kasus perharinya.

"Kasus kematian dimakamkan sesuai prokes turun. Dari awal 180, 170 sekarang 120 sampai 130an. Jadi, menurun 50an per hari," tuturnya.

Eri ingin, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan tracing dan testing secara masif. Dengan begitu, bisa diketahui secara detil siapa saja warganya yang membutuhkan perawatan dan isoman.

"Testing di Surabaya ini semua OPD itu punya tracing. Jadi, nakes ini fokus pada vaksin dan pelayanan kesehatan. Bhabinsa dan OPD tracing di puskesmas masing-masing, 24 jam juga, termasuk relawan Surabaya Memanggil," katanya.

Eri ingin, warga yang merasa sakit atau terkonfirmasi positif Covid-19 untuk tak sembarangan keluar rumah. "Kalau ada yang sakit, langsung tracing dan swab antigen. Kalau positif swab antigen, ya tracing lagi, kalau kontak erat nggak boleh keluar rumah. Memutus mata rantai (Covid-19)," tutupnya.

AYO BACA : Akhir Pekan Ini 2 RS Darurat Beroperasi di Surabaya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar